SIGLI - Puluhan Kepala Sekolah, Siswa SMA dan SMK di Kabupaten Pidie, Senin 10 Oktober 2016 diberikan pemahaman tentang bahaya pengaruh narkotika yang belakangan ini…
SIGLI – Puluhan Kepala Sekolah, Siswa SMA dan SMK di Kabupaten Pidie, Senin 10 Oktober 2016 diberikan pemahaman tentang bahaya pengaruh narkotika yang belakangan ini semakin gencar merambah Indonesia.
Acara Sosialisasi Penyalahgunaan dan Pencegahan Peredaran Gelap Narkoba bagi siswa tersebut diselenggarankan Pemerintah Kabupaten melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pidie digelar di Aula SMK 2 Sigli dibuka Wakil Bupati M. Iriawan SE.
Sebagai Pemateri dalam sosialisasi bahaya narkoba menghadirkan narasumber Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pidie, AKBP Werdha Susetyo dan Kepala Kesbangpol Jufrizal yang sekaligus ketua panitia pelaksana.
Dalam sambutan pembukanya Wabup Pidie, M Iriawan mengaku sangat bahagia karena dapat hadir pada kegiatan sosialisasi pencegahan dan bahaya narkoba bagi siswa yang merupakan generasi penerus bangsa. Nantinya mereka memiliki pengatahuan untuk mendeksi sekaligus menghindari pengaruh narkoba serta dapat mencegah penyalahgunaan baik bagi diri sendiri dan lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dilaksaksanakan dilandasi rasa keprihatinan kita, kepedulian serta tanggung jawab untuk memberantas peredaran narkoba di daerah terutama dikalangan generasi muda, kata Wabup dalam sambutannya.
Persoalan narkoba saat ini sudah semakin meresahkan masyarakat, bahkan tingkat peredarannya merambah hampir seluruh lapisan masyarakat. Hampir tiap hari terdengar adanya korban penyalahgunaan narkoba di Aceh.
Beranjak dari persoalan itu, kita berkomitmen untuk meberantas narkoba dengan berbagai cara tanpa henti. Salah satunya dengan cara memberikan pemahaman bagi generasi muda tentang pengaruh dan bahaya narkoba bagi jiwa manusia, imbuh Iriawan.
Dalam melakukan upaya pencegahan pemerintah akan menggandeng tokoh masyarakat, Ulama, Akademisi dan TNI-Polri dan selumjah unsur lainnya. Hal itu perlu dilakukan mengingat masa depan generasi muda pemegang estape kepemimpinan bangsa merupakan tanggung jawab bersama.[]