BANDA ACEH – Puluhan nisan dengan bermacam bentuk dan ukiran yang menjadi bukti sejarah kegemilangan Aceh masa lalu tersebar di Gampong Ajee Rayeuk, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Namun batu-batu bersejarah itu nyaris tidak terurus dan dibiarkan begitu saja, sehingga sebagiannya terlihat sudah patah bahkan hilang.
“Setidaknya terdapat enam titik kumpulan batu nisan di gampong yang masuk dalam kemukiman Gani itu,” ujar peneliti sejarah kebudayaan Islam Aceh, Teungku Taqiyuddin Muhammad saat melakukan survey ke sejumlah titik batu nisan di Gampong Ajee Rayeuk, Sabtu, 13 Februari 2016 sore.
Turut hadir dalam survey tersebut Kolektor Naskah Kuno Tarmizi A Hamid dan Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) Mizuar Mahdi.
Taqiyuddin mengatakan jika dilihat dari bentuk dan ukirannya batu-batu nisan itu diperkirakan peninggalan abad 16-19 Masehi. Namun pihaknya belum bisa memastikan siapa pemilik nisan-nisan tersebut, mengingat tidak ada ukiran nama pada batu. Di nisan hanya terlihat ukiran kalimat-kalimat tauhid sehingga bisa dipastikan kuburan itu milik umat Islam.
Ukiran kalimat tauhid dan kuburan yang menghadap kiblat, maka ini dipastikan kuburan milik umat Islam. Namun untuk mengetahui siapa yang dikuburkan disini, dibutuhkan pengkajian secara mendalam, kata Taqiyuddin, didampingi Geuchik Ajee Rayeuk Bukhari dan Tuha Peut Gampoeng Iqbal.