SIGLI – Hujan deras membuat aliran Sungai Tangse, Krueng Baro Raya dan Krueng Tiro di Kabupaten Pidie meluap. Akibatnya puluhan gampong di sejumlah kecamatan dalam wilayah Pidie dilanda banjir, Minggu, 29 November 2015.

Informasi yang dikumpulkan wartawan, daerah terparah banjir terjadi di Kecamatan Mutiara dan Mutiara Timur. Banjir diperkirakan mencapai ketinggian 2 meter dan merendam ratusan rumah penduduk sekitar pukul 19.30 WIB tadi. 

Geuchik Gampong Jojo Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Bismi, mengharapkan adanya bantuan evakuasi lantaran banyak warga terjebak dalam rumah mereka.

“Tim SAR tidak nampak, warga banyak terjebak dalam rumah karena banjir datang pas setelah maghrib,” katanya.

Dia mengatakan ketinggian air di Gampong Jojo saat ini mencapai dua meter. Bahkan ada sebagian mencapai atap rumah. Namun dia sendiri belum tahu ada korban hanyut atau tidak dalam musibah tersebut. 

“Kantor Polsek Mutiara Timur mencapai atap airnya. Warga sangat panik saat ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Apriadi S.Sos mengaku sedang berada di lokasi bersama anggotanya dan tim penolong guna melakukan evakuasi. “Ya. Mutiara sangat parah, kita sedang berada di lokasi ini,” katanya.

Selain itu, banjir juga melanda kawasan Tangse, Pidie. Di lokasi ini sejumlah rumah dilaporkan hanyut dibawa banjir, seperti di Desa Kebun Nilam, Tangse. 

Apriadi mengatakan banjir juga telah menyebabkan longsor jalan Tangse-Geumpang di Blang Malo sehingga jalur transportasi terputus.

Banjir juga terjadi di Gampong Langga Kecamatan Sakti dan sejumlah desa di Kecamatan Mila serta Kecamatan Sakti.[]

Laporan: Zamah Sari