IDI RAYEK Seluas 80 hektare padi Gogo dan 20 hektare tanaman jagung milik masyarakat dilaporkan rusak akibat amukan puluhan gajah liar di pedalaman hutan…
IDI RAYEK Seluas 80 hektare padi Gogo dan 20 hektare tanaman jagung milik masyarakat dilaporkan rusak akibat amukan puluhan gajah liar di pedalaman hutan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Kawanan hewan bertenaga turbo itu mengamuk di lahan warga sejak 2 Agustus 2016 sampai kemarin.
Informasi dihimpun portalsatu.com, aksi kawanan Poe Meurah itu awalnya terlihat di Gampong Seumeudang Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak. Lalu, gajah itu beraksi di Dusun Ketibung Busara, Dusun CV-I, CV-II, Kecamatan Peunaron. Kemudian, satwa yang dilindungi itu ke Dusun Singamulo Gampong Bunin, Kecamatan SerbajadiLokop.
Amukan puluhan gajah liar terjadi sejak Selasa (2/8) dinihari, dan berlanjut sampai Jumat (5/8). Masyarakat ketakutan, tidak berani ke kebun. Sejumlah pondok milik warga ikut dirusak gajah. Di antaranya milik Zakaria, M. Amin, Ali, Yunus, Daud, Sahmerin dan pondok milik Adi,” ujar Yunan, warga Kecamatan Peunaron kepada portalsatu.com, Sabtu, 6 Agustus 2016.
Menurut Yunan, amukan puluhan gajah selama ini terkesan tak terbendung. Padahal, kata dia pemerintah bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah berupaya membangun Conservation Respon Unit (CRU) dengan menempatkan gajah jinak.
Meskipun demikian, dia mengharapkan Kementerian Kehutanan segera turun tangan menangani persoalan gajah di Aceh Timur.
Dalam catatan kita akibat konflik gajah dengan manusia telah mematikan puluhan ekor gajah sejak tahun 2007 hingga 2016. Jika konflik ini tidak diselesaikan, maka gajah Sumatera diambang kepunahan, ujar pria yang juga aktivis lingkungan itu.
Sementara itu belasan petani belakangan ini dikabarkan sempat mendatangi CRU Serbajadi di Desa Bunin, Kecamatan SerbajadiLokop. Kedatangan warga mempertanyakan keberadaan CRU di sana yang dinilai tidak menangani konflik gajah dengan manusia.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Timur, Iskandar, S.H., dikonfirmasi portalsatu.com membenarkan adanya aksi gajah liar di pedalaman kabupaten itu.
Gajah-gajah liar yang masuk ke lahan dan merusak tanaman kali ini kita perkirakan gajah singahan yang sedang mengambil rute dari Bener Meriah ke Aceh Tamiang, karena selama ini belum ada gajah yang muncul mencapai 50 ekor, kata Iskandar.
Iskandar mengimbau pemilik kebun dan warga sekitar berhati-hati dalam beraktivitas, karena jumlah gajah yang mengamuk kali ini lebih banyak.
Kita khawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk sementara kita berharap petani agar menjauhi lokasi amukan gajah yang masih terjadi, ujar Iskandar.[]