TERKINI
BUDAYA

[PUISI] Untuk Bapakku Sulaiman Dadeh

Mengenang 3 tahun meninggal dunia Bapakku Teungku Sulaiman bin Dadeh Karya Thayeb Loh Angen Melaluimu dan ibu aku ke sini membawa nasib sendiri menantang zaman…

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 1.1K×
Mengenang 3 tahun meninggal dunia Bapakku Teungku Sulaiman bin Dadeh

Karya Thayeb Loh Angen


Melaluimu dan ibu aku ke sini
membawa nasib sendiri
menantang zaman


Pada rumah panggung kita yang tiga kali berganti.
Sore-sore, kita mengupas kelapa-sundak u-.
ada tupai, nyamuk, cicem pala, dan got-got.


Kita di kebun ubi, di pasar pagi Batuphat.
Kita di masjid, menggelar tikar, dan suara azan.
Itulah zaman, kita terkurung dalam waktu,
dan aku, tidak sempat berbakti.


Kebun kelapa kita hijau, sejuk, dan damai.
Di Paloh Dayah, ada ibu bersamaku.
Aku jauh darinya. 

Lagi-lagi, aku bukan anak berbakti.


Banda Aceh, 3 Maret 2016.

 

Thayeb Loh Angen, anak ke 7 dari 8 bersaudara, dari pasangan Teungku Sulaiman bin Dadeh dan Zubaidah binti Teuku Juhan.

 

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar