TERKINI
GAYA

[PUISI] Singa Sakit di Kandang

Kepada ekskombatan GAM: Rimba kita telah hilang, kawan-kawan kita mati satu persatu, terhina seperti anjing jalanan, ada yang disebut perampok, pemberontak pimpinan, dan penculik.

LIPUTAN6 Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 1.5K×

Singa Sakit di Kandang

Kepada Ekskombatan GAM

Karya Thayeb Loh Angen

Kita singa sakit di kandang
tidak bisa menggigit, auman tertahan-tahan

Dulu, para biri-biri dan anjing jalanan
sekali auman, menggigil
bersembunyi di peraduan

Rimba kita telah hilang
tidak ada lagi perburuan
kawan-kawan kita mati satu persatu,
terhina seperti anjing jalanan
ada yang disebut perampok,
pemberontak pimpinan, dan penculik.

Sementara kemarin
kita menawan menjangan satu belantara
kini dibagi-bagikan para penyamun,
bersama rekan yang tamak
mengambil rumah dan makanan penduduk
yang dulu ingin kita bela

Kita singa sakit, 
setelah berlutut di kaki pelanduk
para pengecut di kawanan mengaum
membual dulu membasmi rubah di belantara.

Pimpinan kawanan menebar pesona
mencakar-cakar dalam kebingungan
dan saudara ikut terluka.

Sekiranya kita hargai kawan yang terluka,
mengobatinya, sayam anak bangsa,
sekiranya kita sayangi yang hidup dan mati,
niscaya kita pulih sedia
walau tidak lagi sebagai pemburu,
setidaknya menjadi raja di kawasan
walau bukan raja, namun 
tidak sehina anjing kurap di jalanan.

Banda Aceh, 3 Februari 2016

LIPUTAN6
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar