TERKINI
GAYA

Puisi: Jeritan Sang Budak Negara

Oleh: Istiqomah Genepo Suara sang budak menghilang Seakan ia selalu menjerit Tentang perihnya penderitaan Pada tikus-tikus kota Tapi sayangnya mereka seakan tidak punya telinga Mereka…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 1.1K×

Oleh: Istiqomah Genepo


Suara sang budak menghilang
Seakan ia selalu menjerit
Tentang perihnya penderitaan
Pada tikus-tikus kota
Tapi sayangnya mereka seakan tidak punya telinga
Mereka hanya taunya lalu lalang saja di jalanan

Waktu sudah meleleh
Yang kaya semakin kaya
Yang miskin bertambah miskin
Ah, itu sudah biasa untuk para tikus kota

Tikus kota yang memusnahkan lembaran uang
Tikus kota yang mencuri barang budak
Tikus kota  yang buta, tak melihat apa yang ia lakukan
Tikus kota yang tuli, tak mendengar jeritan para budak
Tikus kota yang rakus membawa bingkisan

Waktu sudah semakin larut
Tikus kota masih bersolek
Tikus kota masih berdandan
Sedang membuang sisa-sisa makanan mereka
Dan para budak
Sedang mencari serpihan dari sisa-sisa itu
Serpihan yang menurut para tikus tak berguna
Namun manfaatnya tiada berbilang bagi budak-budak

Kini para budak tak dapat menjerit
Suara telah musnah
Hanya sekadar berdoa agar tikus kota terdasar
Bahwa mereka adalah benar-benar tikus kota

Dan kau tau tentang tikus kota yang kumaksud, bukan?

 

Penulis adalah Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Labschool Banda Aceh

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar