TERKINI
TAK BERKATEGORI

Proyek Talud Diduga ‘Asal Jadi’, Bagaimana Respon Dinas BMCK?

SIGLI - Pembangunan talud penahan badan jalan Trueng Campli – Pasi Lhok Kecamatan Kembang Tanjong Kabupaten Pidie diduga "asal jadi". Pasalnya, baru selesaikan dikerjakan talud…

MURTI ALI LINGGA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

SIGLI – Pembangunan talud penahan badan jalan Trueng Campli – Pasi Lhok Kecamatan Kembang Tanjong Kabupaten Pidie diduga “asal jadi”. Pasalnya, baru selesaikan dikerjakan talud itu ambruk di sejumlah titik.

Anehnya, proyek peningkatan jalan termasuk talud yang menggunankan anggaran senilai Rp3,6 miliar dari APBK tahun 2015 itu terkesan dibiarkan oleh Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Kabupaten Pidie. Pejabat BMCK bahkan menyebut proyek tersebut dikerjakan sesuai kontrak. Menurut pihak dinas itu, ambruknya talud karena ditabrak mobil. Padahal, kondisi di lapangan, ambruknya talud terjadi di sejumlah lokasi.

Pantauan wartawan di lokasi itu, Sabtu, 17 September 2016, talud penahan badan jalan yang menghubungkan Gampong Trueng Campli Kecamatan Gelumpang Baro dengan Gampong Pasi Lhok Kecamatan Kembang Tanjong sudah ambruk di beberapa titik. Bongkahan material yang ambruk ke sungai juga menghambat aliran air di kawasan tersebut. Ada juga pada bagian konstruksi talud yang patah, pihak rekanan kembali menimpa talud lain di sampingnya.

Tgk. Burhan, Imum Gampong Meunasah Ukee Kecamatan Gelumpang Baro kepada wartawan mengatakan, dirinya tidak mengerti dengan proyek itu. Namun dia mengakui ada beton ambruk dan retak di sejumlah titik. “Kalau masalah proyek dikerjakan asal jadi, kami tidak mengerti, tetapi akibat bongkahan talud ambruk ke sungai menyebabkan terhambat aliran sungai,” ujarnya di lokasi proyek.

Sebelumnya, proyek itu menjadi temuan Pansus DPRK Pidie dan telah menegur Kadis BMCK Pidie untuk menindaklanjuti agar proyek itu benar–benar dikerjakan sesuai spek agar bermanfaat bagi masyarakat.

Beberapa hari lalu, portalsatu.com melakukan konfirmasi dengan Kabid Bina Marga BMCK Kabupaten Pidie, Munthadar, S.T. Dia mengatakan, proyek itu dikerjakan secara benar. Ambruknya talud itu, kata dia, akibat diseruduk truk.

“Ureung droeneuh hana meufom tehnik, sehigga jangan berasumsi macam–macam. Patah talud akibat ditubruk truk,” kata Munthadar.[]

MURTI ALI LINGGA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar