BANDA ACEH –  Setelah vakum beberapa tahun, proyek geothermal Seulawah akhirnya direalisasikan. Hal ini ditandai dengan adanya penandatangan joint venture antara PDPA, Pertamina dan Pemerintah Aceh di kantor Gubernur Aceh, Senin, 31 Juli 2017. 

Join venture adalah kerja sama beberapa pihak untuk menyelenggarakan usaha bersama dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini, PT Pertamina melalui anak perusahaannya PT Pertamina Geothermal Energy, PDPA, serta pemerintah Aceh membentuk PT GES untuk mengelola pembangkit listrik tenaga panas bumi di Seulawah. 

“Ini adalah momen yang sudah 6 tahun kita tunggu. Kita sudah lama hidup antara lilin dan bohlam,” kata Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, usai menandatangani kontrak kerja sama itu. 

Proyek pembangkit listrik di Seulawah itu diharapkan mampu mencukupkan pasokan listrik di Aceh. Irwandi menyebutkan potensi panas bumi di Seulawah bisa mencapai 165 MW, dan jumlah itu lebih dari cukup untuk mengatasi devisit arus di Aceh.

“Jangan berhenti hanya di 55 MW, Seulawah itu punya potensi 165 MW. Salah satu penyebab investasi kita terhambat karena kurangnya listrik,” kata Irwandi. 

Sementara itu Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy, Irfan Zainuddin, mengatakan pihaknya bakal memulai proyek itu secepatnya. Ia pun meminta dukungan dari berbagai pihak agar proyek tersebut terealisasi secepatnya.

“Kami akan langsung melakukan survei awal pada September ini. Kita mohon dukungan dari berbagai pihak agar proyek ini selesai secepatnya,” kata dia.[]