SIGLI – Para petani Mantak, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie menilai rekanan lamban mengerjakan proyek waduk kecil (embung) Paloh Meunasah Blang, sehingga petani merasa dirugikan. Di lokasi proyek sumber dana APBA tahun 2015 senilai Rp1 miliar lebih itu juga tidak ada papan nama.
Geuchik Mantak Yusri kepada portalsatu.com Selasa 1 Desember 2015 mengatakan, proyek embung itu untuk kepentingan petani yang selama ini kekurangan air. Akan tetapi hingga saat ini petani belum bisa menggarap sawah meski musim tanam rendengan lantaran proyek itu tak kunjung rampung dikerjakan.
“Kami merasa dirugikan oleh rekanan yang lamban mengerjakan proyek. Kami selaku penerima merasa dirugikan,” ujar Yusri yang juga Keujruen Blang Mantak.
Dikatakannya, para pekerja termasuk alat berat sering tidak beraktivitas, bahkan sejak dua hari lalu beko hanya terparkir di lokasi proyek. Padahal, lanjut Yusri, pekerjaan galian dan pembersihan saluran masih banyak. “Jika tidak selesai dalam waktu dekat ini tentunya petani disini tidak bisa menggarap sawah mereka secara serentak di musim rendengan ini,” keluhnya.
Sementara pengawas lapangan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Pidie Syukri kepada portalsatu.com mengatakan selama ini tidak ada hambatan pekerjaan proyek itu. Namun dia mengakui tidak ada papan nama di lokasi proyek, meski sudah meminta rekanan untuk dipasang.
“Dua hari lalu ada saya di lokasi, masih kerja, bahkan alat berat beko aktif dan tidak ada masalah,” jelasnya.
Menurut Syukri, proyek itu akan tuntas dikerjakan dalam bulan ini.[]
Laporan Zamah Sari