PROGRAM Jelajah 100 Puncak Aceh atau JAPAKEH yang digagas oleh Aceh Tracker Community (A-Tracker) kembali berlanjut pada Desember 2015 ini. Ekspedisi lanjutan JAPAKEH ke-7 digelar dengan mengambil titik awal di wilayah Aceh Besar pada 25 Desember, ekspedisi diperkirakan berakhir pada 13 Januari 2016 mendatang. Targetnya tim bisa menjelajah 11 puncak, salah satunya puncak Ulumasen dengan tugu/pilar buatan Belanda di ketinggian 2.315,40 mdpl.
“Operasi ekspedisi penjelajahan gunung ini mengambil titik awal di bendungan (DAM) 1989 di Jantho, Aceh Besar. Pendakian direncanakan akan berjalan selama 20 hari dengan jarak tempuh lebih dari 25 mil,” kata Humas JAPAKEH, Said Muhammad Chaidir, melalui siaran pers yang diterima redaksi, Selasa, 29 Desember 2015.
Secara teknis kata Chaidir, operasi pendakian ini melibatkan dua tim, yaitu Tim Pengawas (Tango Peutsagoe) yang dikoordinir Nailul Autar untuk monitoring dan Tim Ekspedisi (Tango Everest) yang berjumlah dua personil yaitu Athailah dan Said Murthaza.
Tentunya kita semua berharap semoga Tim Ekspedisi yang sudah berada di tempat agar pulang dengan selamat dan membawa dokumentasi penting untuk kita agar bisa kita bagikan ke public, katanya.
Sebelumnya JAPAKEH yang digagas oleh Aceh Tracker Community (A-Tracker) yang berdiri sejak 2012 lalu telah menyelesaikan enam trip yang tersebar di empat kabupaten di Aceh. Program ini mulai berlangsung sejak Maret 2012, dengan tujuan untuk menyusun informasi gunung-gunung di Aceh, serta sebagai bahan dasar kegiatan lanjutan khususnya penelitian dan ilmu pengetahuan.
Chaidir mengatakan, keenam trip yang sudah diselesaikan tersebut dimulai dari Kabupaten Aceh Besar dengan mendaki puncak Gle Batee Meucica dengan ketinggian 2.140 mdpl, puncak Gle Trieng dengan ketinggian 1.875 mdpl, puncak Gle Meutala dengan ketinggian 1.951, puncak Gle Meudom 1.851 mdpl dan puncak Gle Bae dengan ketinggian mencapai 1.588,6 mdpl.