BANDA ACEH — Seorang warga Negara Itali, Geovani Serritella (55) menjalani prosesi persyahadatan di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry, Sabtu, 8 April 2017.
Prof. Yusny Saby, selaku saksi persyahadatan dan juga orang yang sudah mengenal Geovani mengatakan bahwa dia pernah mengatakan bahwa Geovani mencintai Islam terbilang lama.
“Dua belas tahun yang lalu dia pernah mengatakan saya sangat cinta Islam. Beliau sudah menyatakan ada simpati kepada Islam, dia senang kepada ajaran Islam sudah lama,” kata Yusny Saby.
Selain masalah faktor kehidupan, Yusny Saby mengatakan faktor lain Geovani memeluk Islam dikarenakan karena dia juga seorang dosen dan suka belajar mengenai ilmu teologi.
“Cuma jangan lupa bahkan masalah ada macam-macam, masalah pribadi, masalah keluarga, pekerjaan, dan sebagainya,” kata Yusny Saby.
“Dia juga seorang dosen. Beliau itu belajar, tetapi beliau suka dengan teologi berkaitan dengan ketuhanan. Makanya kita pernah undang itu ke pascasarjana tentang bagaimana tentang wujud Allah, bagaimana Qidamnya Allah, bagaimana baharunya alam,” katanya lagi.
Geovani yang bekerja di Atase Uni Eropa, dikatakan oleh Yusni Sabi, sudah berada di Aceh sejak pasca Tsunami 2004.
“Sudah sejak rehab rekontruksi, tinggalnya di Keutapang,” kata Yusny Saby.
Terkait dengan nama, Yusny Saby mengatakan kemungkinan tidak diubah tetapi pihak keluarga dikatakan akan memanggil dengan nama Muhammad Geovani.
“Dan nanti katanya keluarganya itu akan panggil Muhammad, Muhammad Geovani misalnya, mungkin begitu. Tetapi ingat itu terserah dia nanti,” kata Yusny Saby.
Yusni Sabi juga menjelaskan, besok Atase Uni Eropa ini akan melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis dari Banten yang tinggal di Jakarta bernama Santi Susilawati.
“Insya Allah mereka besok akad melakukan proses akad nikah di Masjid Baiturrahman,” kata Yusny Saby.
Acara prosesi persyahadatan itu juga disaksikan oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Farid Wajdi, keluarga angkat Geovani dari Malaysia, serta keluarga mempelai wanita dari Banten.[]
