BANDA ACEH – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim, MA mengatakan, kampus UIN hari ini sangat responsif gender. Sejalan dengan Aceh yang terapkan Syariat Islam, kaum perempuan sangat dihormati.
Hal tersebut disampaikan Prof Farid saat memberikan sambutan di depan peserta Training of Trainer bagi para dosen pengasuh mata kuliah responsif gender di lingungan UIN, Senin, (18/9).
Hadir dalam pelatihan ini sebanyak 50 dosen yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Ar-Raniry, para dekan dan wakil dekan dari berbagai Fakultas. Juga dihadiri Bapak Dr. Wahyu Hartono,M.Sc dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jakarta.
Jika dibandingkan dengan negara-negara luar, Aceh sudah aman soal gender. Tidak ada lagi bias gender, kecuali satu dua kasus di daerah. Kalau di kampus itu sudah tidak ada masalah, kata Prof Farid.
Prof Farid juga memberi contoh, bidang-bidang pekerjaan yabng aman di Rumah Sakit-rumah sakit di Aceh itu umumnya perempuan yang bekerja, karena memang mereka tidak mampu kerja berat. Dan mereka, kata Prof Farid, memang diberikan tugas yang lebih ringan ketimbang laki-laki sebagai wujud pemulian terhadap kaum perempuan di Aceh.
Di UIN Ar-Raniry, dua dekan dari kalangan perempuan. Kenapa saya ikut memilih mereka, karena saya perhatikan kualitas. Jadi persoalan siapa yang harus tampil kalau di Aceh adalah siapa yang memiliki kualitas terbaik. Bandingkan dengan kampus-kampus lain yang tidak ada perwakilan perempuan di jajaran dekan, tutur Prof Farid.