LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata memproduksi kopi Takengon dengan brand Ir. Untung Sangaji. Dalam proses produksi turut dilibatkan sejumlah mantan narapidana.

“Kopi ini asli Takengon, Aceh Tengah, bahkan proses produksi dan pengemasan juga dilakukan di Takengon. Di sini, saya juga memberdayakan beberapa narapidana sebagai pekerja,” ujar Untung Sangaji didampingi istrinya, Siti Mulyandari, ditemui portalsatu.com di Lhoksukon, Rabu, 8 Maret 2017.

Sejauh ini, kata Untung Sangaji, kopi dengan kemasan 500 gram dan 250 gram itu belum dijual bebas di pasaran. “Kopi ini belum kita jual, masih sebatas kita berikan kepada teman-teman sebagai uji coba. Ada dua jenis yang kita produksi, luwak type arabica dan longberry,” ucapnya.

“Kenapa harus ekspor kopi dari luar jika kita punya kopi sendiri. Aceh itu lumbung kopi, jadi rasanya sangat disayangkan jika ada 'tikus mati di lumbung padi'. Begitulah kira-kira,” kata Untung Sangaji.

Siti Mulyandari atau Ny. Ndari Untung Sangaji menambahkan, “Sebenarnya usaha kopi ini sudah kita jalankan jauh sebelum pindah tugas ke Aceh. Ada teman yang mengirim sampel kopi dari Takengon. Di sini kita bantu teman sih sebenarnya. Sudah sempat berjalan, tapi berhenti karena kesibukan. Namun sekarang, Insya Allah lanjut lagi. Untuk harga belum ditentukan, yang jelas akan di bawah rata-rata dan terjangkau”.[]