TERKINI
NEWS

Presidium Forum Museuraya Minta Para Pihak Tidak Provokatif Terkait Rusuh Aceh Singkil

Tidak bisa serta merta yang disalahkan umat muslim di sana karena mereka merujuk pada perjanjian tahun 1979 dan musyawarah pada 2001

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.2K×

BANDA ACEH – Ketua Umum Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Barat Daya (Hipelmabdya), Fendi Satria Daroesman, prihatin dengan insiden yang berujung pada konflik SARA di Kabupaten Aceh Singkil. Dia menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut.

“Apa yang terjadi di Singkil telah menciderai nilai-nilai toleransi antar agama di Aceh, dan jika tidak dicegah akan berdampak pada perdamaian di Aceh. Aceh sejak zaman kesultanan dulu dikenal oleh dunia internasional karena kosmopolitnya, bersatu dalam keberagaman. Pemerintah baik kabupaten, provinsi dan pusat harus serius menangani persoalan ini,” ujarnya melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Rabu, 14 Oktober 2015.

Fendi, yang juga salah satu presidium Forum Museuraya (Mahasiswa dan Pemuda Selatan Raya Aceh), yang merupakan forum lintas paguyuban empat kabupaten/kota termasuk Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya di Banda Aceh, meminta agar semua pihak, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, LBH, Ormas, aktivis HAM maupun dunia Internasional agar menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang bernada provokatif. Dia juga meminta semua pihak untuk mencari solusi agar kerukunan antar umat terbangun kemballi.

“Kami harapkan semua pihak menahan diri, tidak provokatif. Jangan tuding menuding tanpa tahu akar permasalahannya. Solusi yang harus dicari,” katanya.

Dia juga menyesalkan pernyataan di beberapa media yang menyudutkan salah satu pihak, yaitu umat muslim. Umat Islam di Aceh dianggap tidak toleran terhadap non-muslim.

“Tidak bisa serta merta yang disalahkan umat muslim di sana karena mereka merujuk pada perjanjian tahun 1979 dan musyawarah pada 2001, yang artinya kelompok masyarakat (muslim) tersebut kesal karena adanya pengkhianatan terhadap konsensus dan menyalahi aturan hukum. Bukankah negara kita negara hukum?” katanya. 

Dia juga meminta polisi untuk menegakkan hukum secara adil dengan melakukan kerja secara profesional. “Semoga Aceh Singkil aman dan kondusif kembali,” katanya.[](bna)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar