BANDA ACEH – Aceh yang saat ini sedang berupaya menjalankan syariat Islam dengan penerapan aturan hukum syariat sebagai hukum positif, layak mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Turki di bawah pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang kini bangkit dan berjaya dengan menjalankan ajaran Islam.
Turki yang sebelumnya merupakan negara sekuler dan jauh dari Islam selama puluhan tahun sejak runtuhnya Kekhalifan Turki Utsmani dan diganti dengan sekulerisme Mustafa Kemal Attaturk. Lalu di tangan Erdogan, kebangkitan Islam kembali terlihat Turki.
Demikian disampaikan Presiden Wadah Persatuan Pencerdasan Umat Malaysia, Ustaz Dr Ahmad Azam Abdul Rahman, saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke Rabu 19 Oktober 2016 malam.
“Erdogan telah berhasil membawa kebangkitan Islam di Turki selama beberapa tahun terakhir. Tapi tetap Turki tidak menjadikan dirinya negara Islam atau mendeklarasikan syariat Islam, tetapi prakteknya adalah makin lama makin Turki islami. Ini adalah strategi Erdogan dan pemerintahannya,” ujar Ustaz Ahmad Azam.
Menurutnya, Turki sekarang memakai sejarah untuk menyatukan umat Islam (Biz Bir Ummatiz). Hubungan Aceh dengan Turki yang terbukti dalam sejarah adalah kesempatan yang baik untuk digunakan sekarang.
Aceh dan Turki memiliki misi yang sama, membangkitkan kembali Islam. Apalagi, Erdogan datang langsung ke Aceh pasca tsunami tahun 2004 silam. Hal itu peluang yang besar bagi Aceh untuk bangkit dan maju seperti Turki.
Disebutkannya, penerapan syariat Islam di Aceh juga merupakan pertalian Aceh dengan Turki walaupun ada beda dalam pola yang menghasilkan hal berbeda pula.
Turki mewujudkan nilai-nilai Islam dalam penerapannya dan menghindari simbol. Namun Aceh, berita yang dibaca di luar adalah tentang hukum cambuk, dan itu membuat citra Aceh menjadi tidak baik bagi sebagian orang yang kurang paham tentang Islam.
Lebih lanjut Ustaz Ahmad Azam menambahkan, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan disebut sebagai sosok utama di balik kebangkitan Islam di Turki. Pasalnya, sejak memimpin Turki lebih dari satu dekade, Erdogan telah melakukan berbagai perubahan fundamental dalam kehidupan bangsa Turki. Itu sebabnya, peristiwa kudeta yang terjadi di Turki beberapa bulan lalu, berdasarkan berbagai fakta otentik dinilai sebagai upaya untuk menghambat kebangkitan Turki dan Islam.
Menurut Ahmad Azam yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Sekjend Himpunan NGO Islam Internasional yang berpusat di Istanbul , Turki sejak lebih dari satu dekade ini telah melakukan berbagai lompatan dalam pembangunan. Erdogan membangun Turki atas dasar semangat Islam. Nilai-nilai Islam diterjemahkan menjadi pembangunan-pembangunan dalam berbagai bidang kehidupan.
