MANADO – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan memberangkatkan empat kapal pembangkit tenaga listrik termasuk dua kapal terbesar di dunia untuk berlayar ke Myanmar, Ghana dan Indonesia.

Upacara keberangkatan dan pelepasan empat kapal itu sekaligus menandai proses pembuatan 14 kapal pembangkit listrik baru yang akan selesai pada tahun 2017.

Acara keberangkatan empat kapal yang dihadiri Presiden Erdogan, Minggu (13/11), diungkapkan Hendri Satrio, Act Communication Advisor Karpowership Indonesia melalui rilis yang diterima Tribun Manado, tadi malam.

Marine vissel power plant (MVPP) ini diproduksi Karadeniz Holding, perusahaan yang memiliki 13 armada kapal pembangkit tenaga listrik terbesar dunia.

Saat ini, Karadeniz terus mengembangkan armadanya. Empat kapal pembangkit listrik di antaranya dilepas berlayar dari Galangan Kapal Tuzla Sedef, Istanbul, Turki.

Selain dihadiri oleh Presiden Erdogan, acara juga dihadiri oleh Perdana Menteri Binali Yidrim, Menteri Transportasi, Kelautan dan Komunikasi, Ahmet Arslan dan Chairman dari Galangan Kapal Sedef, Metin Kalkavan.

Karadeniz Powership Osman Khan dan Karadeniz Powership Onur Sultan saat ini merupakan kapal pembangkit tenaga listrik terbesar di dunia. Kapal ini memiliki kapasitas sebesar 480 MW dan memiliki panjang 300 meter.

Kapal ini diselesaikan dalam jangka waktu sesuai jadwal. Dua dari empat kapal yang dilepas untuk berlayar adalah Karadeniz Powership Osman Khan akan berlabuh di Afrika Barat, Ghana. Karadeniz Powership Onur Sultan akan berlabuh di Myanmar. Dua kapal lainnya Karadeniz Powership Gokhan Bey dan Karadeniz Powership Yasinbey, yang memiliki kapasitas 120 MW siap berlayar ke Indonesia.

Direktur Karpowership Asia Pacific, Ufuk Berk di tempat terpisah, mengatakan, bahwa kapal pembangkit listrik terapung Karadeniz Powership Gokhan Bey akan tiba di Lombok pada pertengahan Desember 2016. “Estimasi waktu kedatangan Gokhan Bey diperkirakan sekitar pertengahan Desember 2016 dan diperkirakan mulai beroperasi sebelum akhir Desember 2016,” kata Ufuk.

Saat ditanya tentang Karadeniz Powership Yasin Bey yang diluncurkan bersama Gokhan Bey, Ufuk menjelaskan, bahwa Yasin Bey akan berlayar menuju Ambon setelah kapal Gokhan Bey dan Dogan Bey berlayar. Yasin Bey akan tiba di Ambon sesuai waktu yang direncanakan sekitar kuartal pertama tahun 2017.

Karadeniz Powership Gokhan Bey, kapal listrik yang dibangun di galangan kapal perairan Selat Bosporus, Istanbul. 

Ufuk juga menambahkan, tentang rencana kedatangan Karadeniz Powership Dogan Bey ke Kupang. “Dogan Bey yang berkapasitas 120 MW ini diperkirakan tiba di Kupang juga sekitar pertengahan Desember 2016 dan direncanakan akan beroperasi sebelum perayaan Natal 2016. Dogan Bey akan berlayar setelah Gokhan Bey setelah semua persiapan selesai. Tentu saja waktu perkiraan tiba semua kapal pembangkit listrik tergantung dari kondisi laut dan cuaca diperjalanan,” katanya.

Karpowership mengisi kekosongan yang penting dalam kebutuhan energi global dengan berbagai kapal pembangkit listrik yang dimiliki.

Kapal ini dikembangkan untuk menyediakan solusi bagi kebutuhan listrik dari berbagai negara. Kapal pembangkit tenaga listrik ini sepenuhnya dirancang oleh insinyur dari Turki dan dibangun di Tuzla danYalova, Istanbul. Kapal pembangkit tenaga listrik sudah dikontrak untuk memasok 27 persen tenaga listrik untuk Lebanon, 22 persen untuk Ghana, 16 persen untuk Zambia dan 31 persen untuk Sulawesi Utara, sama besarnya dengan tambahan pasokan 15 persen dari total pembangkit listrik Irak dengan tiga kapal pembangkit tenaga listrik selama 6 tahun terakhir.

CEO Karadeniz Holding, Orhan Karadeniz, menggarisbawahi bahwa ia memiliki armada kapal pembangkit tenaga listrik terbesar di dunia. “Sebagai Karadeniz Holding, kami merupakan perusahaan pertama di Turki yang mengekspor listrik. Di atas prestasi ini, kami juga telah membangun armada kapal pembangkit tenaga listik pertama dan terbesar dengan jumlah 13 kapal pembangkit tenaga listik dan memiliki kapasitas 2.700 MW. Bahkan, kapasitas kapal kami akan mencapai 4.500 MW, denganpenambahan 14 kapal pembangkit tenaga listrik yang akan kami mulai buat. Kapasitas yang kami miliki ini lebih tinggi daripada negara-negara lain di dunia. Sebagai pengusaha yang berasal dari Turki, kami sangat bangga dengan proyek kapal pembangkit tenaga listrik ini karena melibatkan usaha keras insinyur, pekerja, galangan kapal, bank, penanam modal dan lebih dari 2.000 pegawai Karadeniz Holding.”

Ke-14 kapal pembangkit tenaga listrik yang akan diselesaikan di akhir tahun 2017:
* KaradenizPowershipOrka Sultan 420 MW
* KaradenizPowershipOrhan Ali Khan 420 MW
* KaradenizPowership Ibrahim Bey 120 MW
* KaradenizPowership Mehmet Bey 120 MW
* KaradenizPowershipKorayBey 40 MW
* KaradenizPowershipMetinBey 40 MW
* KaradenizPowershipNezih Bey 40 MW
* KaradenizPowershipGöktayBey 40 MW
* KaradenizPowershipGökselBey 40 MW
* KaradenizPowershipFarukBey 60 MW
* KaradenizPowershipEbru Sultan 80 MW
* KaradenizPowershipFiliz Sultan 80 MW
* KaradenizPowership Selma Sultan 80 MW
* KaradenizPowershipSibel Sultan 80 MW

Ramah Lingkungan
Karpowership mengembangkan proyek kapal pembangkit tenaga listrik untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan listrik dari berbagai negara terutama dari Timur Tengah, Asia dan Afrika. Kapal pembangkit tenaga listrik, menyediakan energi secara cepat dengan biaya rendah untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek berbagai negara.

Dengan secara langsung mengubungkan sebuah jaringan nasional suatu negara. Kapal pembangkit tenaga listrik dibangun dengan proses ramah lingkungan yang sejalan dengan lingkup Lingkungan IFC (IFC Environmental), Pedoman Kesehatan danKeselamatan (Health and Safety – EHS) untuk pembangkit listrik tenaga panas.

Asal tahu saja, perusahaan asal Turki ini telah hadir di Indonesia. Namanya Karpowership Indonesia, anggota dari Grup Energi Karadeniz, Istanbul, Turki. Grup ini adalah pelopor dalam proyek-proyek energi inovatif selama 20 tahun terakhir, dengan investasi di pasar domestik dan internasional. Grup ini memulai investasi di bidan genergi pada tahun 1996 dan merupakan eksportir listrik swasta pertama di Turki.

Sekarang grup tersebut memiliki dan mengoperasikan lebih dari 1800 MW kapasitas terpasang di hampir seluruh dunia.

Karpowership merupakan satu-satunya pemilik, operator, dan pembangun armada kapal listrik pertama (pembangkit tenaga listrik apung) di dunia. Sejak 2010, sembilan kapal listrik telah diselesaikan dengan kapasitas yang melebih 1500 MW. Penambahan kapal listrik berkapasitas 6.000 MW baik sedang dalam pembangunan atau dalam jalur pipa.

Armada Karpowership sekarang ini menyuplai 15 persen kebutuhan Iraq Selatan, 27 persen kebutuhan Libanon, 22 persen kebutuhan Ghana, 32 persen kebutuhan Zambia, dan 31 persen kebutuhan Sulawesi Utara, total pembangkit listrik Indonesia dengan empat lagi kapal listrik dijadwalkan untuk digunakan di seluruh kepulauan Indonesia pada tahun 2016. Karadeniz memiliki lebih dari 1.500 karyawan dan berkembang melalui proyek energi yang dapat diperbaharui, kapal listrik dan solusi pasokan energi inovatif lainnya.[]Sumber:manado.tribunnews.com