Presiden Rodrigo Duterte masih tetap populer di kalangan rakyat Filipina.
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengaku pernah membunuh langsung secara pribadi tersangka para penjahat ketika masih menjabat wali kota Davao.
Di hadapan para pengusaha di ibu kota Manila, dia mengatakan aksinya itu untuk memperlihatkan kepada polisi bahwa mereka juga bisa melakukannya.
Pada masa kampanyenya, Duterte memang berjanji akan membunuh para pengedar narkotika dan sejak menjadi presiden Juni 2016, diperkirakan lebih dari 5.000 orang dibunuh tanpa proses hukum.
Para tersangka pengedar narkotika itu dibunuh oleh aparat keamanan maupun kelompok sipil bersenjata.
Pengakuan bahwa dia membunuh langsung ini diungkapkan Senin (12/12) sebelum melakukan lawatan ke Kamboja dan Singapura, namun baru diketahui khalayak umum belakangan.
Duterte menjabat wali kota Davao selama dua periode dengan reputasi mengurangi tingkat kriminalitas dan pada saat bersamaan dikritik karena membentuk 'tim pembunuh' tanpa proses hukum.
Dia menjelaskan bahwa pada malam hari dia biasanya mengenderai sepeda motor berkeliling Davao untuk mencari konfrontasi dengan para penjahat yang dibunuhnya, dengan tujuan memperlihatkan kepada polisi bahwa mereka bisa menggunakan kekuatan yang mematikan.