TAKENGON – Prakualifikasi Pekan Olahraga (Pra-PORA) II di Aceh Tengah tahun 2017 cabang tenis lapangan memperebutkan 14 tiket menuju PORA di Aceh Besar tahun 2018.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Aceh, Busra Abdullah, Rabu, 4 Oktober 2017. Tiket yang diperebutkan 15 kabupaten/kota yang ikut kejuaraan ini untuk tujuh putra dan tujuh putri.

Pra-PORA Aceh cabang tenis lapangan berlangsung 2-8 Oktober 2017. Tiga lokasi disediakan panitia, yaitu Lapangan Tenis Kodim  016 Aceh Tengah, Lapangan Tenis Polres Aceh Tengah dan Lapangan Tenis Pemkab Aceh Tengah.

Busra juga menyampaikan, Pelti Aceh saat ini fokus pada pembinaan atlet-atlet junior untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. “Harapannya atlet-atlet junior yang kita persiapkan jauh-jauh hari ini dapat menyumbangkan medali bagi Aceh,” kata Busra, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.

Busra menyebutkan, pihaknya siap mengirimkan atlet-atlet junior untuk mengikuti kejuaraan nasional dan internasional. “Kita butuh dukungan dari kabupaten/kota. Harapan kita, kabupaten/kota juga aktif mengadakan kejuaraan-kejuaraan untuk junior. Kita (Pengda Pelti) akan men-support semaksimal mungkin,” ujar Busra yang juga Dirut Bank Aceh.

Sementara itu Technical Delegate Pra-PORA cabang tenis lapangan, Heri Laksana menjelaskan, hingga 4 Oktober 2017, pertandingan memasuki babak penyisihan. Di babak ini, pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi, sementara di babak delapan besar sistem gugur. “Pra-PORA kali ini melibatkan 93 atlet, 60 atlet putra dan 33 atlet putri,” kata Heri.[](rel)