BANDA ACEH – Memperingati Hari Anti Korupsi Internasional, Youth Report Center Rumoh Transparansi menggelar aksi damai di depan gedung baru Pasar Atjeh, Rabu, 9 Desember 2015.

Aksi yang bertema ‘Terkuburnya Keadialan KPK, Bangkitnya Rezim Tikus Berdasi’ ini merupakan salah satu bentuk kampanye anak muda dalam melawan korupsi  dan mengkampanyekan peringatan Hari Anti Korupsi di Aceh.

“Harapan kita pada kegiatan ini adalah untuk lebih mengutamakan edukasi, karena di Banda Aceh tingkat potensi korupsinya masih ada. Risiko terjadinya korupsi terlihat pada meningkatnya potensi kemiskinan yang ada di Aceh,” kata Crisna Akbar, Koordinator Aksi saat ditemui portalsatu.com siang tadi di lokasi aksi.

Hal tersebut, kata dia, berdasarkan hasil laporan yang didapatkan dari para pengelola TPA terbukti dari banyaknya jumlah pemulung yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dulunya 30 sekarang mencapai 60-an.

“Salah satu alasan kami melakukan kampanye ini karena selama ini yang menjadi korban korupsi bukan hanya masyarakat yang standar dan kelas menengah keatas melainkan masyarakat akar rumput juga, artinya masyarakat dari berbagai kalangan kelas bawah. Selain aksi ini kami juga mengambil video testimoni masyarakat dari akar rumput,” katanya.

Aksi ini menurutnya efektif karena diadakan pada pusat perbelanjaan yang merupakan akses publik yang ramai dikunjungi, baik anggota dewan, pejabat, dan masyarakat dari berbagai kalangan.

Kegiatan ini juga bekerjasama dengan BEM Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Pante Kulu, Pengurus Besar Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sabang (PB-IPPEMAS) serta Peran Pasti Simeulue.[]