Oleh: Mhd Ricky Darusman Apa sih narkoba selain narkoba? Saat ini, pornografi merupakan penyakit yang telah menjangkiti negeri ini. Virus ini telah lama menjangkiti masyarakat…
Oleh: Mhd Ricky Darusman
Apa sih narkoba selain narkoba? Saat ini, pornografi merupakan penyakit yang telah menjangkiti negeri ini. Virus ini telah lama menjangkiti masyarakat kita mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan hingga lansia. Pornografi tak kalah berbahayanya daripada narkoba. Mengapa bisa begitu? Kita bisa melihat dampaknya dari berbagai pemberitaan di media massa.
Mengapa virus pornografi ini bisa menjangkiti masyarakat? Bagaimana tidak, dari kecil anak sudah dikenalkan dengan perangkat teknologi canggih seperti smartphone hingga komputer yang bisa mengakses informasi dunia luar dengan sangat cepat.
Menurut survey dari situs porno asal Amerika PornHub, Indonesia masuk sebagai negara kedua dengan kenaikan viewer terbesar setelah Turki dengan total 457 persen, yang mana total viewer naik 10,9% dari tahun 2013. Dengan jumlah sebanyak itu, kita bisa melihat bahwa penyakit ini sudah mendarah daging di dalam masyarakat kita, tak terkecuali di kalangan anak-anak.
Anak dengan kepribadian yang masih labil, akan melihat hal-hal yang belum pernah mereka lihat, dan membuat mereka menjadi penasaran, tertarik dan kemudian terjerumus di dalamnya. Saat mereka melihat iklan-iklan di internet dengan menampakkan tubuh wanita yang menampakkan aurat tersebut, merangsang anak untuk ikut ke dalam virus tersebut dan terus mengulang kegiatan mereka itu hingga dewasa. Saat saya melihat berita yang mengatakan anak-anak yang menonton film biru, bahkan memperkosa anak lain, saya berkata dalam hati kecil saya, dari kecil sudah nonton begituan, besar mau jadi apa tu anak.
Kemudian, saat kepuasan yang mereka dapat sudah tidak terpenuhi lagi oleh diri sendiri, mereka akan mencari alternatif untuk membuat mereka bisa puas. Membuat mereka melihat wanita menjadi sarana yang tepat untuk melampiaskan nafsu bejat mereka, hingga akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan membuat masyarakat menjadi resah.
Banyak berita yang menampakkan betapa mengerikannya negeri kita dengan banyaknya predator sex yang menghantui kaum wanita di sekitar kita. Bagaimana para kaum wanita bisa beraktivitas dengan tenang jika mereka merasa takut dan cemas akibat banyaknya predator sex yang menghantui mereka. Bahkan sekarang sosial media menjadi sarana baru untuk mencari sarana-sarana yang dapat memuaskan nafsu.
Banyak sosial media yang memberikan jasa untuk mereka yang ingin memuaskan nafsu, dengan banyaknya situs dan media sosial yang menjajakan barang dan jasa seperti itu, akan semakin banyak orang terjerumus ke dunia itu. Orang yang dulunya tidak bergabung di sana, akhirnya merasa penasaran dan mulai sedikit demi sedikit tertarik dengan dunia itu. Bagaimana tidak? Setiap hari iklan demi iklan porno tersebut selalu muncul di setiap web, blog, sosmed dan lain sebagainya di setiap kita membuka internet, apalagi anak-anak kita yang kepribadiannya masih labil dan penuh rasa ingin tahu.
Jagalah mulai dari diri kita sendiri, kemudian berusaha menjaga orang-orang terdekat kita, jangan sampai kita dan orang-orang yang kita cintai terjerumus ke lubang kemaksiatan. Sekali mencoba akan susah melepaskan, sekali kecanduan akan susah untuk melupakan. Jikalau memang kita atau orang-orang di sekitar kita sudah terjerumus, kita bisa melakukan rehabilitasi agar bisa melupakan semua hal buruk tersebut, kebanyakan dari kita malu mengungkapkan, bagaimana bisa berubah jika kita hanya bisa memendamnya sendiri. Sekuat apapun kita mememdamnya, pasti kita akan mengulangnya lagi. Tanamkan akar agama yang kuat di dalam diri kita dan orang disekitar kita agar kita bisa menolak rayuan-rayuan setan yang menghampiri kita.[]
*Warga Banda Aceh