LHOKSEUMAWE – Direktur Reserse Krimininal Umum Polda Aceh, Kombes Nurfallah, mengatakan dua tersangka yang tewas dalam baku tembak dengan polisi merupakan kelompok sakit hati.
Menurut cerita korban (Kamal Bahri-red), dirinya diculik sekitar 300 meter dari rumahnya oleh empat pria bersenjata api. Saat dalam penyanderaan, mereka mengaku kelompok orang yang sakit hati akibat tidak mendapatkan proyek dari Kamal, kata Nurfallah, mengutip keterangan korban kepada para wartawan di Lhokseumawe, Senin, 1 Februari 2016.
Dia mengatakan polisi terus melacak pelaku dan korban usai mendapat laporan dari pihak keluarga. Sementara personil yang dikerahkan berasal dari Polda Aceh, dibantu Polresta Banda Aceh dan Polres Lhokseumawe dan 40 personil Brimob.
Pelaku kita kejar terus, akhirnya sampai tadi malam mereka terdeteksi berada di daerah Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara. Kita kejar pelaku dan (mereka) meminta tebusan satu miliar lebih kepada keluarga korban, kata Kombes Nurfallah.
Polisi kemudian mengatur proses tebusan dan hanya menyanggupi nilai Rp700 juta untuk diberikan ke pelaku. Transaksi dengan pelaku kemudian dijadwalkan Senin, 1 Februari 2016, sekitar pukul 11.15 WIB.
Keluarga korban melakukan transaksi dengan pengawasan ketat dari personil gabungan Polda Aceh, Polresta Banda Aceh dan Polres Lhokseumawe, katanya.
Setelah proses transaksi dilakukan, polisi kemudian mengamankan korban dan mencoba menangkap pelaku. Namun para pelaku yang mengendarai mini bus jenis Avanza mencoba melarikan diri dan melawan petugas.
Sekitar 15 menit terjadi kontak tembak, pelaku berhasil kita lumpuhkan, kata Nurfallah.[](bna)