Nyan… nyan… nyan hana pakek helm“. Begitulah ucapan AKBP Adnan “Polisi Meupep-Pep” (polisi cerewet) menegur pengguna sepeda motor di Banda Aceh yang tidak memakai helm. Ia berkeliling kota, mengajak masyarakat supaya tertib berlalu lintas.
Sebuah mobil double cabin Dit. Lantas Polda Aceh yang di belakangnya bertuliskan Polisi Meupep-pep, dilengkapi pengeras suara, menjadi kendaraannya saban hari. Senin hingga Minggu, tanpa mengenal libur, ia selalu bertugas di lapangan. Tak peduli terik matahari menyengat kulitnya yang semakin gelap.
Setelah melaksanakan tugas rutin menjadi Polisi Meupep-Pep, Adnan singgah ke warung kopi di Jalan Lamprit, Banda Aceh, Sabtu, 30 April 2016, siang. Polisi yang kini cukup dikenal di Banda Aceh itu berbagi cerita kepada portalsatu.com. Adnan memang akrab dengan para awak media, apalagi ia pernah menjadi wartawan surat kabar terbitan Medan tahun 1979.
Adnan menjelaskan, program Polisi Meupep-pep dicanangkan pada 30 April 2015. Mulanya program itu muncul dari idenya saat mencari cara yang dinilai paling efektif berkomunikasi dengan pengguna jalan supaya tertib berlalu lintas.
Saya tegur pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm. Saya juga menyampaikan nasihat-nasihat agar ke depan dia patuh terhadap peraturan lalu lintas. Pola ini sangat efektif untuk memberi edukasi kepada masyarakat pengguna kendaraan, ujar pria kelahiran Meuredu, Pidie Jaya, 10 Maret 1960 silam ini.