SINGKIL –  Kepolisian Singkil menggelar razia di berbagai titik antara perbatasan Subulussalam dan Rimau, Rabu, 14 Oktober 2015. Informasi yang dihimpun portalsatu.com menyebutkan razia tersebut untuk mengantisipasi masuknya pihak ketiga atau provokator terkait kericuhan yang terjadi di Singkil.

“Sekarang banyak polisi di sana dan TNI. Ada juga kemaren digelar razia untuk pengamanan saja,” ujar Awaluddin, salah satu warga Singkil saat diwawancarai oleh portalsatu.com.

Awaluddin mengatakan untuk transportasi di wilayah Singkil-Medan juga sempat terhenti sekitar tiga jam pada Selasa, 13 Oktober 2015 kemarin. 

“Ya, transportasi kemarin sempat terhenti 3 jam. Tapi setelah itu kembali normal sampai sekarang,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, situasi Aceh Singkil memanas akibat adanya protes dan pembakaran undung-undung di Desa Sukamakmu, Kecamatan Gunung Meriah, Selasa, 13 Oktober 2015. Dalam kisruh tersebut dilaporkan satu orang tewas dan tiga lainnya luka-luka termasuk di antaranya anggota TNI. Kerusuhan ini dipicu oleh protes sejumlah warga terkait izin pembangunan rumah ibadah. 

Massa juga memprotes hasil keputusan pemerintah kabupaten dan Muspida Kabupaten Singkil yang sepakat membongkar 10 gereja mulai 19 Oktober 2015. Sedangkan gereja lainnya yang tidak dibongkar, diminta segera mengurus izin sesuai persyaratan diatur undang-undang tentang pendirian rumah ibadah. Saat ini, terdapat sekitar 23 gereja di Aceh Singkil.[](bna)