TERKINI
TAK BERKATEGORI

Polisi Diminta Periksa Mantan Kadis Pendidikan

TAKENGON - Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Gayo Aramiko Aritonang meminta Polres Bener Meriah turut menyelidiki aliran dana Rp20 juta yang diserahkan mantan Kadis Pendidikan…

DATUK HARIS MOLANA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.6K×

TAKENGON – Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Gayo Aramiko Aritonang meminta Polres Bener Meriah turut menyelidiki aliran dana Rp20 juta yang diserahkan mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bener Meriah Darwin, kepada dua oknum wartawan yang ditangkap polisi pada Jumat, 27 Mei 2016.

“Darwin mengirim uang karena diduga takut diberitakan tentang tenaga guru honorer fiktif sebagai mana yang dituding oleh dua oknum wartawan itu,” kata Aramiko kepada portalsatu.com, Sabtu 28 Mei 2016.

Tenaga guru honorer diduga fiktif yang dimaksud merupakan amparan gaji terus berjalan, sementara guru honorer tidak ada atau fiktif. Dilhat dari jumlah uang Rp20 juta, kata Aramiko, semakin menguat tudingan dua oknum wartawan tersebut tentang tenaga guru honorer diduga fiktif.

“Kalau memang Darwin tidak merasa bersalah, untuk apa kirim uang Rp20 juta, itu angka yang besar,” kata Aramiko.

Kasus itu, kata dia, juga menjadi pintu masuk awal bagi polisi dalam menelusuri dugaan korupsi yang dilakukan mantan Kadis Dikbud Bener Meriah itu semasa menjabat.

Sebelumnya diberitakan, dua oknum wartawan itu ditangkap Polres Bener Meriah di kantor Dinas Dikbud setempat. Setelah diperiksa polisi, keduanya diketahui juga telah menerima uang dari mantan Kadis Dikbud Bener Meriah Darwin pada 12 Mei 2016.

“Benar ada saya kirim, tapi bukan atas dasar tudingan dua oknum wartawan itu, hanya saja demi menjaga nama baik saya dan keluarga,” kata Darwin melalui selulernya Jumat malam kepada portalsatu.com.[]

DATUK HARIS MOLANA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar