BANDA ACEH – Kordinator Aliensi Mahasiswa Aceh Zulfikar mengatakan, kasus penculikan yang mengakibatan korban nyawa baru-baru ini terjadi akibat buruknya kinerja aparatur negara, dalam hal ini, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kerja Pemerintah Aceh.

“Mereka melakukan praktek-praktek korupsi dalam pengadaan proyek di Aceh dan ini adalah bukan kasus pertama korupsi pengdaan proyek di Aceh. Polisi dan Kejaksaan Tinggi Negeri wajib mengukap motif di balik penculikan ini agar nantinya tidak terjadi kasus seperti ini kedepannya,” kata Zulfikar yang juga mahasiswa Universitas Serambi Mekkah ini.

 Zulfikar memperkirakan, pelaku tidak akan melakukan tindakan-tindakan kriminal melawan hukum seperti itu.

“Saya mengenal baik sosok almarhum Barmawi, beliau sosok pendiam sopan dan satun,” kata  Zulfikar dalam siaran persnya bersama Front Revolusioner Muda Aceh.

Sementara, Ketua Front Revolusioner Muda Aceh, Muhammad iqbal Faraby, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK untuk mengaudit keseluruhan proyek yang ada di Pemerintah Aceh.

“Masih banyak sekali aparatur yang meyalahgunakan wewenangnya dan melakukan tindak pidana korupsi di wilayah kerja Pemerintah Aceh. Kasus ini merupakan salah satu akibat buruk dari kinerja PNS yang berujung pada penculikan,” kata Iqbal Faraby.

Jika Kepolisian dan Kejaksaan tidak mengusut motif ini, kata Iqbal, pihaknya akan menyurati Kapolri, Kejaksaan Agung, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menungkap apa motif penculikan ini.

“Kami harap, ke depannya tidak ada lagi kasus seperti ini karena akan berdampak buruk bagi  Aceh.” Katanya.[](tyb)