BANDA ACEH Plt Walikota Banda Aceh,Ir Hasanuddin Ishak mengatakan pengawasan terhadap produk/makanan halal di Banda Aceh adalah tugas bersama. Hal ini disampaikan Hasanuddin Ishak saat membuka Lokakarya Survey Produk Halal di Wilayah Kota Banda Aceh Tahun 2016 yang digelar Disperindagkop dan UKM Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Yayasan Perlindungan Konsumen Aceh (YaPKA), Selasa (29/11/2016) di Aula lantai II, Gedung C, Balaikota Banda Aceh.
Kata Hasanuddin, pengawasan terhadap produk halal tidak hanya menjadi tugas Pemerintah Kota Banda Aceh saja, tetapi jugatugas semua dari berbagai unsur.
Peran dari para ulama, Perguruan Tinggi, Lembaga Non Pemerintah, Pemilik Usaha dan Instansi terkait menunjukkan kepedulian kita bersama akan upaya peningkatan kualitas produk halal di Banda Aceh. Saya sangat mengapresiasi kesediaan bapak dan ibu untuk meluangkan waktu hadir di acara ini guna berbagi informasi dan berdiskusi terkait penyediaan produk pangan yang memenuhi aspek kehalalan di kota ini, ujar Hasanuddin kepada para peserta Lokakarya.
Lanjut Hasanunddin,Banda Aceh sejak beberapa tahun lalu terus berupaya mengimplementasikanSyariat Islam secarakaffah dalam setiap aspek kehidupan dan pembangunannya. Sebagai daerah yang telah mencanangkanvisi Banda Acehsebagai Model KotaMadani, tentu terus berupaya agar harapan tersebut dapat terpelihara dengan baik.
Salah satunya dengan menjaga kualitas produk yang beredar di dalam kota agar sesuai dengan syarat-syarat produk yang halal, ujarnya.
Karenanya, pengawasan atas kehalalan produk pangan merupakan bagian dari upaya tersebut, termasuk nilai ke-thayyiban atau keamanan dan nilai gizi pangan itu sendiri.
Hal ini kita tujukan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mengkonsumsiberbagai menu sajian makanan yang diperjual-belikan di wilayah Kota Banda Aceh, tambahnya.
Menurut Hasanuddin, saat ini produk halal menjadi trend dan memiliki nilai jual di dalam pasar wisata.Bukan hanya di wilayah dengan mayoritas muslim seperti Indonesia, namun negara-negara non-muslim di Asia, Amerika, dan bahkan Eropa mulai mengembangkan produk halal untuk menunjang pariwisatanya.