TERKINI
TAK BERKATEGORI

Plt Bupati Aceh Timur Jadi Khatib, Ini Isi Khutbahnya

IDI RAYEK - Plt. Bupati Aceh Timur Prof. Dr. Ir. Amhar Abubakar, M.S., menjadi khatib salat Jumat di Masjid Agung Darussalihin, Idi, 28 Oktober 2016.…

IRMANSYAH D GUCI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

IDI RAYEK – Plt. Bupati Aceh Timur Prof. Dr. Ir. Amhar Abubakar, M.S., menjadi khatib salat Jumat di Masjid Agung Darussalihin, Idi, 28 Oktober 2016.

Dalam khutbahnya, Amhar mengajak seluruh masyarakat Aceh Timur untuk tetap menjaga suasana damai di bumi Aceh.

“Dalam berbagai kondisi dan situasi seluruh umat Islam senantiasa perlu menjunjung tinggi amanah dan akhlakul karimah. Sehingga suasana damai dan aman terus terjalin dan terawat  di bumi Aceh. Dan yang paling penting adalah kita selaku umat Nabi Muhammad SAW harus menjauhkan fitnah, karena fitnah itu lebih kejam dari membunuh,” kata Amhar.

Amhar turut menyingung tentang pelaksanaan pilkada di Aceh. Untuk mencapai tujuan dalam pilkada, kata dia, sudah selayaknya menggunakan cara-cara berkampanye yang baik dan tertib.

“Kita harap semuanya bisa menghadirkan politik dan demokrasi yang sehat dan berada sesuai dengan ajaran Islam, serta tidak menabrak etika dan batas-batas kepatutan,” ujarnya. 

Amhar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghindari saling memfitnah, menghasut, mengadu domba dan saling mencaci maki antara yang satu dengan lainnya.

“Jika hal ini mampu diperbuat, maka diyakini ke depan Aceh Timur akan lebih nyaman,” katanya.

Plt. Bupati Aceh Timur mengajak semua masyarakat untuk membangun tatanan masyarakat berilmu sebagai ciri dari bangsa yang berdaya saing tinggi.

“Masyarakat Aceh Timur harus mampu membawa kemajuan dan meningkatan kesejahteraan menuju masyarakat yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” katanya.

Amhar juga mengajak seluruh orangtua menjaga anak-anaknya yang usia SD, SMP dan SMA/SMK senantiasa berada dalam pendidikan. Dia menyarankan agar anak-anak bangsa selalu mencari pentujuk yang ada dalam Alquran, sehingga di masa yang akan datang mampu melahirkan generasi qurani.

“Untuk generasi tidak lenyap maka bimbinglah malam dengan pedoman yang ada didalam Alquran. Begitu juga peran aktif orang tua pada malam hari agar tetap mengarahkan anak-anaknya untuk mengaji, baik itu di balai pengajian ataupun pondok pesantren,” katanya.[]

IRMANSYAH D GUCI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar