Oleh: Muhammad Rizal
Seorang mahasiswa dituntut agar bisa menjadi agent of control, di mana mahasiswa seharusnya bukan hanya duduk manis di kursi kuliah. Namun mahasiswa seharusnya bisa menerbangkan sayap-sayapnya untuk melihat bagaimana kondisi masyarakat. Khususnya di Aceh, sekarang momen politik dan sebentar lagi kita rakyat Aceh menyambut pesta demokrasi pemilihan kepala daerah.
Mahasiswa harus bisa menentukan arah untuk mengontrol laju politik, jangan hanya bisa ikut sana ikut sini, tapi harus jeli dan cerdas melihat sosok pemimpin yang akan membawa nahkoda Aceh selama 5 tahun ke depan.
Balon bupati/wali kota dan gubernur ke depan harus mampu mengayomi seluruh lini masyarakat, jangan hanya memikirkan kelompok sendiri atau membawa mazhab oportunism.
Selayaknya kita sekarang harus mempunyai pemimpin yang membawa Aceh ke depan ke arah kemajuan baik di bidang agama, pendidikan, ekonomi dan juga politik. Ini tugas kita bersama mahasiswa harus pahami betul karena di tangan mahasiswa sangat menentukan kemajuan kita ke depan, selain dinobatkan sebagai agent of change, mahasiswa juga sebagai agent of control.[]
Ketua Umum English Student Association FKIP Unsyiah & Kabid Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan HMI FKIP Unsyiah