LHOKSEUMAWE Sosiolog Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr. Nirzalin, M.Si., menilai dalam konteks politik domain demokrasi secara langsung ini, banyaknya calon yang ingin bersaing dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Aceh, itu lebih bagus.
Nirzalin menyampaikan itu menjawab portalsatu.com, Sabtu, 9 Januari 2016, terkait bertambahnya tokoh yang akan meramaikan bursa pencalonan Gubernur Aceh pada Pilkada/Pilgub 2017. (Baca: Farhan Hamid Bakal Calon Gubernur Aceh dari PAN )
Sejauh ini sudah ada enam bakal calon yang mendeklarasikan maju bertarung di Pilkada mendatang dan ini sangat menarik kita lihat secara bersama, kata Nirzalin yang juga Ketua Pusat Studi Ekonomi, Sosial dan Politik (Puskospol) Unimal. Enam bakal calon dimaksud adalah Irwandi Yusuf, Muzakir Manaf, Tarmizi A. Karim, Zakaria Saman, Zaini Abdullah dan Ahmad Farhan Hamid.
Nirzalin menyebut dengan banyaknya calon tersebut menandakan bahwa berbagai kalangan melihat Aceh sudah mulai kondusif, sehingga mereka berani untuk bertarung secara politis.
Selain itu, kata Nirzalin, orang-orang yang memiliki mentalitas yang baik juga membaca ruang politik di Aceh dan bangkit guna bersaing dalam kontes politik untuk memperebutkan posisi nomor satu di provinsi paling barat Indonesia ini.
Saya berasumsi niat mereka baik dalam rangka bagaimana mengembangkan Aceh lebih baik lagi ke depan, ujar Nirzalin dosen FISIP Unimal ini.
Nirzalin menambahkan, jika dilihat dari sisi masyarakat, banyaknya figur yang berkompetisi juga lebih baik. Sebab, kata dia, mereka dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ke depan banyak pilihan yang bisa ditentukan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat.
Pada tingkatan masyarakat bawah pasti ada suatu kelompok kecil yang juga melihat figur yang ada selama ini mungkin tidak sesuai dengan hati nurani. Ketika hadir calon lain, ya, pastinya pesta demokrasi akan lebih berwarna, pungkas Nirzalin.[] (idg)
Baca juga:
Sosiolog: di Aceh tak Ada Pemimpin Seberani Ahok