BANDA ACEH – Ketua Bidang Perencanaan, Rekrutmen, dan Penempatan Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh, Prof. Dr Husni, mengakui adanya sedikit permasalah terkait pencairan dana beasiswa di lembaganya. Akibatnya pencairan dana tersebut kerap tidak sesuai dengan jadwal keberangkatan penerima manfaat.
“Terkadang mereka sudah menerima LOA (letter of acceptance atau surat penerimaan kelulusan dari universitas-red), tapi dana dari LPSDM belum ada. Giliran ada, para pelajar terkadang belum dapat LOA dari Universitas yang mereka tuju, kata Husni kepada portalsatu.com saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis, 19 November 2015.
Menurut Husni, ketidaksesuaian pencairan dana ini lantaran LPSDM menunggu pencairan anggaran dari daerah. Sehingga mereka tidak bisa mengatur sesuai jadwal penerimaan pelajar penerima beasiswa.
Husni mengatakan beasiswa LPSDM selama ini diberikan kepada para pelajar yang ingin melanjutkan tingkat pendidikannya ke jenjang D3, S1, S2 maupun S3. Namun beasiswa ini hanya dibuka sekali setiap tahunnya.
“Tapi, jika ada dana yang belum terpakai, maka akan dibuka dua kali setiap tahunnya. Sesuai dengan situasi dan kondisi dana di LPSDM itu sendiri,” katanya.
Di tahun ini, LPSDM juga menyalurkan beasiswa untuk para pelajar asal Aceh. Namun kali ini LPSDM tidak lagi mengucurkan beasiswa untuk sektor tahfiz.
Karena mereka sekarang ada di bawah naungan Badan Dayah, katanya.[]
Laporan: Fira Zakya