TERKINI
NEWS

Peusaba Aceh Minta Pemerintah Hentikan Proyek Pembuangan Limbah di Gampong Jawa

PEUSABA Aceh temukan bekas bangunan yang diduga fondasi Mesjid Darul Makmur di dekat lokasi pembuangan limbah di Gampong Jawa, Banda Aceh.  Ketua Peusaba Aceh, Mawardi,…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 454×

PEUSABA Aceh temukan bekas bangunan yang diduga fondasi Mesjid Darul Makmur di dekat lokasi pembuangan limbah di Gampong Jawa, Banda Aceh. 

Ketua Peusaba Aceh, Mawardi, mengatakan, pihaknya melakukan ekspedisi ke lokasi tempat pembuangan limbah tinja di Gampong Jawa Banda Aceh. ia mengaku, tak jauh dari sana di dalam hutan bakau ditemukan bekas Mesjid Darul Makmur yang juga masuk dalam kompleks Istana Darul Makmur yang sekarang menjadi Gunongan Sampah.

“Bekas pondasi tergenang dalam air dan masih bisa dilihat dan digali. Karena itu, tim Peusaba Aceh mengingatkan sistem GEO Radar sudah mendesak digunakan supaya situs jangan hilang,” katanya.

Mawardi mengaku, penduduk setempat, Zol dan Irdus, yang menurutnya mengetahui sejarah di sana dengan baik, mengatakan, lokasi di sana diduga bekas kompleks Istana dan Mesjid Darul Makmur masa didirikan Sultan Johan Syah tahun 601 H (1205 M) serta Pekan atau Pasar Orang Berdagang di sana dari Inggris hingga Cina ini sesuai dengan isi hikayat lama.

“Mereka mengatakan dari info konsultan bahwa lokasi bekas fondasi itu juga akan menjadi tempat pembuangan limbah tinja. Sebab lokasi yang sekarang hanya untuk 5 ribu KK dan akan ditambah diperluas lagi dan mungkin akan besar lagi lokasi pembuangan limbah sebab tanah tempat fondasi juga sudah dibebaskan,” kata Mawardi.

Karena itu, kata dia, Tim Peusaba Aceh meminta pemerintah pusat, propinsi, dan wali kota dalam waktu dekat ini segera menghentikan proyek pembuangan limbah ini karena akan menghancurkan situs sejarah Aceh yang sudah ribuan tahun.

“Ini juga akan menghilangkan memori kolektif tentang keagungan dan kebesaran sejarah Aceh sebagai salah satu 5 Imperium Dunia berdampingan dengan Turki, Safawi, Mughal dan Magribi (Maroko),” kata Mawardi.[]

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar