SIGLI – Sejumlah petani di Kabupaten Pidie mengeluh terhadap keberadaan pupuk yang semakin langka. Padahal, saat ini para petani sangat membutuhkan pupuk untuk kebutuhan padi mereka. Bahkan mereka menilai pemerintah kurang peduli terhadap nasib petani.

Salamuddin, salah seorang petani Kemukiman Paloh, Kecamatan Pidie, Rabu, 18 Januari 2017 mengaku pihaknya sudah mencari ke berbagai kios pengecer pupuk terutama jenis Phonska sebagai kebutuhan pokok tanaman padi di sawah, namun tidak ada di pasaran.

“Kami sudah mencari di beberapa penjual pupuk baik yang ada dalam kecamatan maupun di luar kecamatan, tetapi tidak ada barang,” aku Salamuddin.

Hal serupa juga dialami Petani Gampong Tanjong, Kemukiman Teubeng, Kecamatan Pidie, Abakar. Menurut dia, tanaman padi mereka sudah berumur dua minggu dan sudah saatnya pemupukan, akan tetapi apa hendak dikata, pupuk langka di daerahnya.

“Apa juga pemerintah baik daerah maupun pusat dalam programnya selalu memperioritaskan kebutuhan petani sawah. Kenyataannya bukan kami minta gratis, untuk beli saja pupuk tidak ada,” kritiknya.

Pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten melalui Dinas terkait untuk dapat mengupayakan agar kebutuhan petani akan pupuk segera teratasi. Hal tersebut mengingat musim tanam rendengan sedang berjalan.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie, Ainoel Mardhiah, Rabu mengaku kelangkaan pupuk di Pidie dikarenakan terkendala ditingkat produsen. Dari jatah pupuk Phonska untuk Pidie sebanyak 4.500 ton, saat ini baru terpenuhi 500 ton saja, sehingga keberadaan pupuk bersubsidi langka.

Kelangkaan, menurutnya juga disebabkan musim tanam rendengan yang berlangsung secara serentak yang tentunya membutuhkan pupuk banyak.

“Bayangkan pupuk dibutuhkan ratusan ribu petani yang tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Pidie, tentunya belum bisa terpenuhi semuanya,” aku Ainoel.

Pihaknya sudah menindaklanjuti secara administrasi dan SK realisasi ke produsen  untuk dapat disahuti segera kebutuhan pupuk yang nantinya akan ditebus 7 Distributor di Kabupaten Pidie. “Terkendala produsen membuat pasokan tersendat,” imbuhnya yang mengaku saat ini untuk pupuk jenis urea tidak bermasah. Sedangkan untuk Phonska, mungkin terealisasi awal atau pertengahan Februari.[]