BANDA ACEH – Petani kopi Arabika Gayo asal Tawar Miko, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah, M. Rasjid A, S.T mengatakan, seharusnya Universitas Syaih Kuala (Unsyiah) memiliki laboratorium untuk meneliti komoditas unggulan di bidang pertanian, termasuk kopi Arabika Gayo.
“Kopi Arabika Gayo yang sudah menjadi trade mark kopi Aceh di dunia, hingga kini belum punya laboraturium. Unsyiah sepatutnya punya itu,” kata A Rasjid kepada portalsatu.com di Sada Coffee, Lamprit, Banda Aceh, Minggu, 14 Agustus 2016.
Akibatnya kata dia, untuk tes rasa kopi Arabika Gayo harus dikirim ke Jember, Jawa Timur, dan sehari kemudian baru diketahui hasilnya.