LHOKSEUMAWE – Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, akrap disapa Cek Mad mengingatkan mahasiswa KKN Unimal tahun ini agar fokus melihat kondisi Aceh Utara saat ini, sehingga apa yang perlu dibenahi bisa dilaksanakan sesuai amanah UU Desa.

Hal ini Cek Mad katakan saat melepas 1.021 mahasiswa KKN di halaman Kantor Bupati setempat, Kamis, 21 April 2016.

Menurut Cek Mad, melihat  tema KKN tahun ini yang menyorot pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan dana desa di Aceh Utara, diharapkan mampu memberikan kontribusi aktif dengan ide-ide positif yang dimiliki sejak di bangku kuliah.

“Setiap desa kita kucurkan sekitar  500 juta lebih dana untuk membangun desa. Dana itu harusnya bisa diperuntukkan dengan baik dan saya harap kepada para mahasiswa bisa membantu perangkat desa untuk mengubah pola pikir mereka ke arah lebih baik lagi,” kata Cek Mad.

Cek Mad juga menyebutkan, dari dana tersebut nantinya bisa dibagikan ke berbagai sektor seperti pengembangan ekonomi makro, pemberdayaan pemuda putus sekolah dan juga pembangunan infrastruktur sehingga roda perputaran perekonomian nantinya tidak ada kendala.

“Pastinya dengan banyaknya kucuran dana tersebut (jika) tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang ada bisa dikatakan nihil. Nah, untuk itu dengan adanya mahasiswa KKN ini kita berharap berikan pemahaman kreatif dan inovatif sehingga ratusan juta uang tersebut digunakan secara baik serta transparan,” ujar Cek Mad.

Cek Mad juga mengharapkan kepada mahasiswa untuk memberikan pemahanan atas buitr-butir UU No 6 tahun 2014 tentang Desa kepada para perangkat gampông, sehingga mampu melahirkan program ekonomi kerakyatan.

“Perguruan Tinggi dan Pemerintah memegang peranan penting untuk mempercepat proses pembangunan kesejahteraan rakyat. Kegiatan KKN ini merupakan salah satu indikasi yang dapat diarahkan pada penyelesaian masalah yang langsung bermanfaat kepada masyarakat,” kata Cek Mad.

Cek Mad berharap kegiatan KKN ini agar dapat berjalan dengan baik dan tidak ternodai hal-hal yang bertentangan adat istiadat serta penyimpangan dari kearifan lokal. “Selain itu juga kita mengharapkan kepada mahasiswa KKN agar bisa menjaga almamater kampus yang nantinya berkecimpung langsung di lapangan, lakukan yang terbaik demi membangun Aceh Utara lebih baik lagi”.[](ihn)