MADAYA – Sungguh ironis kondisi warga sipil Suriah yang terjebak di tengah konflik perang yang tak berkesudahan. Badan PBB untuk kemanusiaan mengungkap fakta kelaparan warga sipil Suriah yang harus mengonsumsi rumput untuk bertahan hidup di kawasan Madaya.
Hal ini terungkap setelah pasukan pemerintah Bashar al Assad akhirnya bersedia membuka blokade kemanusiaan di tiga wilayah. Kondisi di tiga wilayah itu sangat memprihatinkan. Anak-anak banyak yang kelaparan dan kurus hingga terlihat tulang rusuknya.
“PBB menyambut persetujuan hari ini dari pemerintah Suriah untuk mengakses Madaya, Fua dan Kefraya. Kami mempersiapkan bantuan kemanusiaan untuk bebapa hari ke depan,” demikian pernyatan Kantor Koordinator urusan kemanusiaan PBB dilansir dari The Guardian, Kamis (7/1).
Kondisi warga sipil yang kelaparan ini menunjukkan masih sedikit konvoi bantuan kemanusiaan yang masuk. Terbukti banyak penduduk yang bertahan dengan memakan rumput dari ladangnya, dan merebus dedaunan dengan bumbu seadanya. Disebutkan dalam pernyataan itu, satu kilogram beras di wilayah ini harus dibeli seharga 250 dolar AS atau 350 ribu rupiah.