LHOKSUKON Sebanyak 56 pedagang warung di lokasi wisata Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, membutuhkan bantuan tong sampah dari dinas terkait. Pasalnya selama ini banyak pengunjung mengeluh perihal sampah yang berserakan.
Laut di sini cukup indah dengan bibir pantai yang masih membentang luas. Pedagang makanan dan minuman juga sudah banyak layaknya tempat wisata lain. Hanya saja pemandangannya yang kurang indah. Sampah berserakan dimana-mana, kata Intan, 34 tahun, salah satu pengunjung dari Kota Lhokseumawe, kepada portalsatu.com, Minggu, 17 April 2016.
Hal itu dibenarkan T Miftahuddin alias Om Mis, Ketua Pengelola Lokasi Wisata Pantai Bantayan. Ia menyebutkan, perihal sampah daun kering, plastik sisa makanan dan kotoran ternak menjadi persoalan terbesar di Pantai Bantayan.
Sebenarnya para pedagang sudah membersihkan sekeliling lapak jualannya setiap Jumat sore untuk persiapan Sabtu dan Minggu. Hanya saja di sini selalu ada sampah kiriman yang dihempas ombak. Sampah ranting hingga plastik itu berasal dari wilayah lain, ujarnya.
Ditambahkan, terkait persoalan kotoran ternak sudah teratasi. Sejak lama telah ditetapkan Qanun Desa Bantayan, tidak boleh ada ternak yang berkeliaran di lokasi wisata. Jika ada akan ditangkap, dan pemiliknya didenda Rp 200 ribu jika ingin mengambil kembali ternaknya. Aturan itu juga tertulis jelas di pamplet masuk pantai.