BANDA ACEH – Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada, menilai kemenangan TM Nurlif dalam Musda Golkar ke X di Hotel Oasis Banda Aceh membuat peta politik berubah. Sebelumnya dukungan dan usungan Golkar di gadang-gadang mengalir ke sosok Muzakir Manaf. 

“(Kemenangan TM Nurlif) efeknya akan membuat Koalisi Aceh Bermartabat pecah. Tidak menutup kemungkinan partai lain yang bergabung di KAB akan lari mendukung ke kubu TM Nurlif. Jika itu terjadi maka energi politik Muzakir Manaf semakin berkurang,” ujar Aryos melalui siaran pers kepada portalsatu.com. 

Menurutnya kemenangan TM Nurlif juga membuat block pertarungan antara nasionalis (partai nasional) versus etnonasionalisme (partai lokal). Dia mengatakan terpilihnya TM Nurlif menjadi Ketua Golkar Aceh kian memperjelas eksistensi kebangkitan partai tersebut pada Pilkada 2017. 

“Kemenangan TM Nurlif tidak terlepas dari dukungan sosok Sulaiman Abda dan loyalisnya dalam memberikan suara bagi TM Nurlif. Ini menunjukkan masih kuatnya pengaruh Sulaiman Abda di internal Golkar,” ujarnya.

Aryos juga menilai kemenangan TM Nurlif turut dipengaruhi oleh dukungan pusat. Selain itu, TM Nurlif juga diuntungkan dengan adanya kelompok yang marah dan kecewa terhadap prilaku elit Golkar, yang cenderung selalu memicu gejolak internal. 

“Di sinilah hadir TM. Nurlif sangat diutungkan karena calon baru sebagai alternatif dari calon lama, yakni Muntasir Hamid yang dianggap kader di internal Golkar, belum memenuhi syarat memimpin partai sebesar Golkar,” ujarnya. 

Hal terpenting menurut Aryos adalah Golkar Aceh bisa bersikap berbeda dengan mengambil posisi tersendiri di Pilkada 2017. Dimana sebelumnya pada Pilkada 2006 dan 2012 mengikuti arus permainan politik Partai Aceh.

“Itu juga menunjukkan bahwa sudah melemahnya pengaruh Partai Aceh dalam mempengaruhi partai nasional untuk menjalankan ritme politik sesuai keinginan mereka. Ini kemajuan yang bagus dalam dinamika politik lokal di Aceh,” katanya.[](bna)