TERKINI
TAK BERKATEGORI

Pengadaan Mobiler Sekolah Senilai Rp582 Juta Belum Dilelang, Mengapa?

LHOKSEUMAWE – Salah satu kegiatan di bawah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Lhokseumawe tahun 2016 berupa pengadaan mobiler sekolah sumber dana Otsus senilai Rp582,4…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 3.8K×

LHOKSEUMAWE – Salah satu kegiatan di bawah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Lhokseumawe tahun 2016 berupa pengadaan mobiler sekolah sumber dana Otsus senilai Rp582,4 juta sampai sekarang belum dilelang.

Hasil penelusuran portalsatu.com pada website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Lhokseumawe, Rabu, 5 Oktober 2016, usai siang, pengadaan mobiler sekolah tersebut belum dilelang.

Kepala Disdikpora Lhokseumawe Rusli dihubungi lewat telpon seluler, 5 Oktober 2016, sekitar pukul 16.15 WIB, tidak merespon panggilan masuk. Dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rusli kemudian menulis, “Coba langsung dihubungi ke lpse (LPSE, red), kami sudah serahkan ke sana”.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pengadaan Barang/Jasa Kota Lhokseumawe Faisal dihubungi lewat telpon seluler, 5 Oktober 2016, mulanya terdengar nada sibuk. Portalsatu.com kemudian mengkonfirmasi lewat pesan singkat terkait pengadaan mobiler sekolah itu yang belum dilelang. Namun sampai pukul 17.15 WIB, tidak ada jawaban. Saat dihubungi kembali, dari pukul 17.15 sampai 17.20 WIB, telpon selulernya sudah tidak aktif lagi.

Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Disdikpora Lhokseumawe tahun 2016 yang diperoleh portalsatu.com, 22 Agustus 2016, pengadaan mobiler sekolah (Otsus) Rp582.400.000 itu untuk sembilan SD dan satu SMP. Data itu berdasarkan rincian dalam RUP tersebut.

Akan tetapi, saat portalsatu.com menelusuri kembali RUP Disdikpora Lhokseumawe pada 5 Oktober 2016, tidak ada lagi rincian nama-nama sekolah dari sembilan SD dan satu SMP calon penerima mobiler itu.

Sumber portalsatu.com yang memahami proses pelelangan pengadaan barang/jasa pemerintah, menilai sangat aneh jika sampai sekarang pengadaan mobiler sekolah (Otsus) itu belum dilelang.

“Ini kan sudah bulan Oktober. Proses lelang pengadaan barang seperti mobiler itu memakan waktu 15-20 hari jika tidak ada kendala saat evaluasi, misalnya tidak ada sanggahan. Jika ada kendala, tentu memakan waktu lebih lama lagi,” ujar sumber yang minta namanya dirahasiakan.

Ketika nantinya sudah dilelang, kata sumber itu, butuh waktu lagi untuk proses pemesanan mobiler (meja dan kursi) pada tempat usaha yang memproduksi barang tersebut. Selain itu, kata dia, butuh waktu pula untuk proses distribusi ke sekolah-sekolah calon penerima mobiler itu sampai perakitan agar dapat digunakan.

Artinya, menurut sumber itu, jika sampai sekarang pengadaan mobiler sekolah belum dilelang, diperkirakan kegiatan tersebut baru dapat direalisasikan pada akhir tahun atau menjelang tutup buku masa anggaran 2016. Padahal, jika pengadaan itu cepat dilelang, pihak sekolah calon penerima mobiler, kini sudah dapat menggunakan meja dan kursi untuk kebutuhan belajar mengajar. Pertanyaannya, kalau bukan sekarang dilelang, kapan lagi?[](idg)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar