Bahasa Indonesia sekarang berkembang teramat pesat. Kosakata yang tidak ada ketika zaman bapak-ibu kita, sekarang mulai muncul dan dipakai. Di lain pihak, ada kosakata yang tidak populer dan akhirnya hilang ditelan zaman.
Bahasa sesungguhnya adalah produk sejarah pertumbuhan manusia. Bahasa hidup dan berkembang berdasarkan kreativitas para pemakainya. Pada masa ini perkembangan bahasa juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan semakin menyempitnya dunia. Tak ada lagi batas-batas yang jelas. Semuanya samar, sehingga menyebabkan dunia ini terasa seperti desa kecil yang masyarakatnya saling berbaur.
Dengan demikian, masuklah kosakata dari luar ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa asing lalu diserap menjadi bahasa Indonesia. Ini sebenarnya bukan gejala aneh. Remy Sylado, sastrawan dan budayawan, pernah menulis buku 9 dari 10 Bahasa Indonesia Adalah Asing. Dalam buku itu ia mengungkap bahwa Indonesia merupakan hasil silang budaya dan itu terlihat dalam bahasanya.
Mengapa bahasa Indonesia menyerap bahasa dari luar? Salah satunya lantaran adanya konsep baru dalam bahasa itu yang tidak ada dalam bahasa Indonesia. Contohnya adalah syukur, selamat, nikah, jemaah, maut, salat, sohib, dan Jumat yang berasal dari khazanah bahasa Arab. Konsep bahasa ini berkembang seiring masuknya agama Islam di Indonesia.
Selain itu, pengaruh bahasa Sanskerta juga tak kalah banyak misalnya anda, dewa, puasa, graha, griya, pertiwi, purna, dan yudha. Tentu ini merupakan pengaruh keberadaan Kerajaan Hindu-Buddha sebelum masuknya Islam ke negeri ini. Yang menarik, Putu Setia, budayawan Bali, mencatat bahwa kata graha dalam KBBI berarti buaya. Penyerapan yang benar seharusnya gerha yang berarti bangunan, kantor, tempat tinggal. Jadi Bina Graha tempat presiden sehari-hari berkantor bisa diartikan sebagai bina buaya. Pantas saja negara tak beres-beres, begitu mungkin kelakar Putu Setia.
Pada masa kini perkembangan bahasa Indonesia semakin menarik, meski beberapa kalangan menganggapnya mengkhawatirkan. Kata-kata dari bahasa Inggris datang menginvasi, umpamanya selfie, gadget, bully, download, posting, stand-up comedy, makeup, fashion, dan video game.