BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, Aceh termasuk wilayah yang memiliki prevelensi penyakit paru dan saluran pernapasan tinggi.
Jenis penyakit paru yang banyak ditemukan di Aceh adalah tuberkulosis atau TB. Karenanya, Gubernur meminta agar masyarakat melakukan proses pencegahan, daripada harus melalui proses pengobatan.
“Untuk mendukung upaya menurunkan prevalensi penyakit ini, saya sangat mendukung langkah yang dilakukan kalangan rumah sakit dan para ahli Pulmonologi untuk meningkatkan proses kuratif bagi para pasien,” ujar Gubernur Zaini dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Aceh Dermawan, di Konferensi Kerja XV Perhimpunan Dokter Paru Indonesia di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Kamis, 5 Mei 2016.
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terinfeksi penyakit paru, salah satunya, kata Gubernur, dengan mengurangi kebiasaan merokok. Apalagi diketahui kalau Indonesia khususnya Aceh merupakan salah satu pengguna rokok aktif yang angkanya tinggi.
Dalam kegiatan bertema Peran Pendidikan Spesialis Paru Dalam Menghadapi Tantangan Problematika Kesehatan Global itu, pemerintah melalui RSUD Zainoel Abidin melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) dengan RSU Persahabatan Jakarta untuk meningkatkan upaya pengobatan terhadap penyakit paru dan saluran pernafasan di Aceh.
RSU Persahabatan diketahui memiliki pengalaman cukup baik dalam penanganan penderita paru dan pernafasan. “Pengalaman itu kami harapkan dapat dibagi dan diterapkan di RS Zainoel Abidin, sehingga upaya untuk menurunkan prevalensi penyakit paru di Aceh berjalan dengan baik. Selain peningkatan langkah kuratif, tentu saja sosialisasi tentang gaya hidup sehat harus terus kita tingkatkan,” ujar Zaini, melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com.