TERKINI
INSPIRASI

Penderita Penyakit Paru dan Saluran Pernapasan di Aceh Tinggi

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, Aceh termasuk wilayah yang memiliki prevelensi penyakit paru dan saluran pernapasan tinggi. Jenis penyakit paru yang banyak…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 973×

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, Aceh termasuk wilayah yang memiliki prevelensi penyakit paru dan saluran pernapasan tinggi.

Jenis penyakit paru yang banyak ditemukan di Aceh adalah tuberkulosis atau TB. Karenanya, Gubernur meminta agar masyarakat melakukan proses pencegahan, daripada harus melalui proses pengobatan.

“Untuk mendukung upaya menurunkan prevalensi penyakit ini, saya sangat mendukung langkah yang dilakukan kalangan rumah sakit dan para ahli Pulmonologi untuk meningkatkan proses kuratif bagi para pasien,” ujar Gubernur Zaini dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Aceh Dermawan, di Konferensi Kerja XV Perhimpunan Dokter Paru Indonesia di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Kamis, 5 Mei 2016.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terinfeksi penyakit paru, salah satunya, kata Gubernur, dengan mengurangi kebiasaan merokok. Apalagi diketahui kalau Indonesia khususnya Aceh merupakan salah satu pengguna rokok aktif yang angkanya tinggi.

Dalam kegiatan bertema Peran Pendidikan Spesialis Paru Dalam Menghadapi Tantangan Problematika Kesehatan Global itu, pemerintah melalui RSUD Zainoel Abidin melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) dengan RSU Persahabatan Jakarta untuk meningkatkan upaya pengobatan terhadap penyakit paru dan saluran pernafasan di Aceh.

RSU Persahabatan diketahui memiliki pengalaman cukup baik dalam penanganan penderita paru dan pernafasan. “Pengalaman itu kami harapkan dapat dibagi dan diterapkan di RS Zainoel Abidin, sehingga upaya untuk menurunkan prevalensi penyakit paru di Aceh berjalan dengan baik. Selain peningkatan langkah kuratif, tentu saja sosialisasi tentang gaya hidup sehat harus terus kita tingkatkan,” ujar Zaini, melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com.

Dalam waktu dekat, di Unsyiah juga akan dibuka Jurusan Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Unsyiah. Kehadiran jurusan baru itu diharapkan dapat semakin memberikan kontribusi bagi penurunan prevalensi penyakit paru dan pernafasan di Aceh.

Gubernur Zaini berharap, pertemuan para dokter paru tersebut bisa menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi perkembangan dunia medis di tanah air.

Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi, dr. Teuku Zulfikar, Sp. P(K), mengatakan acara tersebut akan mengupas berbagai hal di bidang pulmonologi dan kedokteran respirasi yang dikemas dalam bentuk workshop, simposium dan presentasi poster. “Nanti juga ada pameran alat kesehatan dan farmasi teknologi terkini,” ujar Zulfikar.

Zulfikar menyebutkan, pelaksanaan workshop dan simposium dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian para peserta dalam ilmu paru dan pernafasan. Ia menambahkan para peserta berjumlah 520 orang. Sebanyak 370 orang adalah peserta simposium, dan 150 lainnya adalah peserta workshop yang terdiri dari workshop medical education, workshop USG Thoraks, workshop onkologi, workshop bronchoscopy, workshop pneumonia, dan workshop terapi inhalasi.

Para peserta yang datang dari seluruh Indonesia juga akan diajak untuk mengunjungi beberapa objek wisata di Banda Aceh seperti PLTD Apung, kuburan massal tsunami dan Museum Tsunami. Di hari terakhir mereka juga akan mengunjungi Kota Sabang.[](ihn)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar