LHOKSEUMAWE – Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe T. Sofianus mengatakan, untuk menormalkan kembali APBK dari imbas defisit di akhir tahun 2016, pemerintah kota harus ikat perut sampai tahun 2018.
Mau tidak mau, proyeksi anggaran tahun ini kita harus sama-sama ikat perut minimal sampai dua tahun ke depan, karena harus bayar utang dari defisit tahun 2016 yang mencapai Rp280 miliar lebih, ujar pria yang akrab disapa Pon Cek kepada portalsatu.com, Rabu, 4 Januari 2017.
Walau proyeksi anggaran tahun 2017 belum dibahas, kata Pon Cek, tetapi dewan sudah sepakat untuk melakukan rasionalisasi secara siginifikan. Penghematan di seluruh lini pengeluaran mulai tingkat anggaran di kantor wali kota sampai semua SKPK.
Mungkin tahun sebelumnya wali kota ada perjalanan dinas keluar daerah, ya untuk tahun ini jangan lagi, kecuali mendesak dan harus. Untuk kepala dinas dan pejabat daerah juga sama, tidak ada lagi pengeluaran untuk kegiatan keluar. Bahkan dewan juga tidak akan melakukan perjalanan dinas tahun ini sampai dana daerah benar-benar normal kembali, tegasnya.