TERKINI
NEWS

Pemerintah Dituding Tutup Mata Terhadap Petani Tambak

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie dituding tutup mata terhadap petani tambak. Bahkan, pemerintah seperti membiarkan nasib 500 lebih patani tambak terus terpuruk sejak belasan tahun…

MURTI ALI LINGGA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 501×


SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie dituding tutup mata terhadap petani tambak. Bahkan, pemerintah seperti membiarkan nasib 500 lebih patani tambak terus terpuruk sejak belasan tahun silam.

Sejumlah petani tambak mengaku, sejak Tsunami melanda Aceh 2004 silam, lahan tambak mereka tidak produktif lagi. Benih  udang yang mereka budidaya, mati karena serangan virus yang hingga kini belum ada penangkalnya. 

“Kami menilai pemerintah tidak melihat nasib petani walau sebelah mata. Banyak lahan tambak yang diterlantar petani karena kehabisan modal sejak penyakit mematikan udang mengancam pasca Tsunami,” ungkap Bang Pon, salah seorang petani tambak Kecamatan Pidie, kepada portalsatu com, Senin, 22 Mei 2017.

Pihaknya, lanjut Pon, sudah pernah mengadu kepada pemerintah melalui Dinas terkait, namun tak pernah digubris bahkan dianggap angin lalu. 

Hal senada juga diakui Sofyan dan Dedi. Mereka melihat selama ini pemerintah hanya membantu bidang perikana kelautan. “Kalau kelautan, kami melihat besar perhatian dari pemerintah. Tapi kami tak ubahnya dianggap anak tiri,” keluh Sofyan.

Semestinya pemerintah mencari solusi terhadap keluhan para petani tambak, diantaranya menangani kasus wabah penyakit udang yang selama ini menyerang tambak mereka. 

“Kami tidak berani lagi menyemai udang di tambak, karena sudah berulang kali kami merasa rugi karena penyakit yang mematikan udang,” jelasnya.[]

MURTI ALI LINGGA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar