LHOKSUKON – Pemerintah dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh diminta turun tangan untuk mengatasi serangan gajah liar di kawasan Dusun Alue Buloh, Paket 14, Gampong Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. Dalam beberapa bulan terakhir sekitar 100 Hektar area (Ha) kebun masyarakat telah dirusak.
“Terakhir kali serangan gajah liar terjadi tiga pekan setelah lebaran Idul Fitri. Tapi kini mulai terdengar suara dan tanda-tanda kawanan poe meurah itu akan kembali. Biasanya dalam setahun, tiga hingga empat kali gajah liar itu turun dan mengusik kebun. Sekitar 100 Ha kebun pinang, pisang dan durian telah dirusak,” kata Aji Jailani, 27 tahun, warga setempat saat ditemui portalsatu.com di lokasi, Sabtu 20 Agustus 2016 sore.
Menurut Jailani, beberapa waktu lalu serangan gajah liar itu sempat mereda karena di lokasi ditempatkan empat ekor gajah binaan Conservation Response Unit (CRU) Cot Girek, yang bertempat di Dusun Bate Ulee, Gampong Cot Girek. Tapi gajah itu sudah diambil untuk pertunjukan perayaan 17 Agustus lalu dan tidak ditempatkan lagi di Alue Buloh. Melainkan langsung dikembalikan ke CRU di Bate Ulee.
“Suara kawanan gajah liar itu mulai terdengar. Itu artinya dalam waktu dekat mereka akan kembali. Untuk itu kami minta pemerintah dan tim BKSDA turun tangan membantu. Kami harap pihak CRU juga dapat menempatkan kembali empat gajah jinak binaanya di lokasi. Sehingga apabila kawanan gajah liar kembali dapat segera ditanggulangi,” ujarnya.