LHOKSEUMAWE – Wakil Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf mengatakan akan terus mengupayakan pengadaan satu unit feri yang bisa beroperasi dari Pelabuhan Krueng Geukueh menuju Penang, Malaysia. Pria yang akrab disapa Mualem ini mengatakan Pemerintah Aceh telah mengusulkan hal tersebut tapi dicoret.
Atra nyan tetap ta pejuang, tetap ta peudong. Pokok jih tetap ta laksanakan (hal itu tetap kita perjuangkan, tetap kita upayakan. Pokoknya tetap kita laksanakan), kata Mualem saat membuka pameran di lapangan sepak bola Peunteut, Lhokseumawe, Senin, 2 November 2015.
Mualem mengatakan pengadaan kapal feri merupakan hal bermanfaat bagi Aceh.
“Jangan hanya kapal-kapal tongkang saja yang bisa hilir mudik di Pelabuhan Krueng Geukuh. Namun ke depan kita perjuangkan satu kapal feri dan puluhan kapal-kapal lainnya yang siap mengangkut hasil bumi Aceh untuk diperdagangkan di tingkat nasional hingga internasional,” katanya.
Menurutnya jika di pelabuhan tersebut hanya kapal tongkang yang lego jangkar maka susah untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Di sisi lain, Mualem juga mengatakan Thailand akan membuat satu selat yang akan menjadi tempat berlabuh berbagai kapal dari mancanegara pada pertengahan 2016 mendatang.
“Jika itu dilaksanakan, maka ini akan bermanfaat bagi Aceh. Kenapa? Aceh sangat strategis jika melihat kondisinya saat ini dengan diapit oleh Selat Malaka. Sudah barang tentu kapal-kapal tersebut juga akan berlabuh ke pelabuhan Krueng Geukuh dan pelabuhan Sabang,” katanya.
Namun dia meminta masyarakat Aceh untuk tetap sabar lantaran segala usaha pembangunan tidak bisa terealisasi dengan cepat.
“Pembangunan ini tidak hanya di Aceh Utara dan Lhokseumawe melainkan daerah-derah lainnya dengan berbagai cara-cara yang tentunya sesuai potensi daerah setempat,” katanya.[]