LHOKSEUMAWE – Direktur Reserse Krimininal Umum Polda Aceh Kombes Pol. Nurfallah mengatakan, dua pria yang tewas dalam kontak tembak dengan tim gabungan kepolisian di kawasan Keude Geureugok, Kecamatan Gandapura, Bireuen, merupakan penculik Sekretaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh Kamal Basri.
Pada Kamis, 28 Januari 2016 sekitar pukul 19.00 WIB ada penculikan terhadap Kamal Basri, Sekretaris ULP Pemerintah Aceh. Pelaku kemudian minta tebusan pada keluarga korban satu miliar lebih, kata Nurfallah kepada para wartawan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Lhokseumawe, Senin, 1 Februari 2016.
Nurfallah menjelaskan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan terkait kasus penculikan itu sejak tiga hari lalu. Hasil penyelidikan, kata dia, berhasil dilacak keberadaan pelaku di kawasan Bireuen. Awalnya, kata Nurfallah, petugas menemukan mobil korban yang dibuang pelaku di lokasi sebuah masjid daerah Bireuen.
Pelaku kita kejar terus, akhirnya sampai tadi malam mereka terdeteksi berada di daerah Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, ujar Nurfallah.
Menurut Nurfallah, pihaknya kemudian mengatur strategi penyerahan uang tebusan dari keluarga korban kepada pelaku agar tersangka dapat disergap. Dari permintaan pelaku Rp1 miliar lebih, kata dia, keluarga korban menyanggupi Rp700 juta.
Kita telah mengatur strategi dan direncanakan untuk dipenuhi sebanyak 700 juta, kata Nurfallah.
Nurfallah melanjutkan, sekitar pukul 11. 15 WIB tadi, dilakukan penyerahan uang tebusan itu oleh keluarga korban kepada pelaku di kawasan Keude Geureugok. Keluarga korban melakukan transaksi dengan pengawasan ketat dari puluhan personel polisi gabungan Polda Aceh, Polresta Banda Aceh dan Polres Lhokseumawe, ujarnya.
Setelah dilakukan transaksi, kata Nurfallah, pihaknya langsung mengamankan korban penculikan (Kamal Basri), lalu dengan cepat berupaya menyergap dua pelaku. Namun, kata dia, tersangka yang menumpang mobil Avanza mencoba melarikan diri dan melepaskan tembakan, sehingga terjadi kontak tembak dengan tim kepolisian.
Sekitar 15 menit terjadi kontak tembak, pelaku berhasil kita lumpuhkan, dan bersamanya berhasil kita amankan satu pucuk senjata laras panjang jenis SS 1, satu pucuk pistol jenis FN, empat magazine (magazen) beserta pelurunya, serta uang tebusan tersebut senilai 700 juta, kata Nurfallah.
Nurfallah menyebut kedua pelaku adalah Ismuharuddin dan Barmawi, keduanya warga Nisam, Kabupaten Aceh Utara. Kata dia, Ismuharuddin tewas di tempat kejadian, sedangkan Barmawi yang mengalami luka tembak tewas saat dibawa ke rumah sakit.
Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Cut Mutia untuk divisum, kemudian menunggu kedatangan keluarganya untuk dibawa pulang, ujar Nurfallah.[] (idg)