BANDA ACEH – Pembangunan infrastruktur listrik yang tidak tepat waktu dapat menggangu pemasokan aliran listrik. Hal tersebut menyebabkan arus listrik di Aceh beberapa hari terakhir bermasalah.
Pembangunan pembangkit listrik tidak on time, sehingga listrik tidak bisa dipasok sesuai dengan kebutuhan yang ada, kata Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Republik Indonesia, Jarman, dalam pembukaan rangkaian kegiatan puncak Hari Nusantara ke 15 di Meuligoe Gubernur Aceh, Minggu, 6 Desember 2015.
Selain itu, kata dia, kebutuhan listrik di Aceh terus meningkat. Konsumsi listrik di Aceh saat ini mencapai 300 megawatt sementara suplai listrik baru mencapai angka 380 megawatt. Angka tersebut dinilai tidak aman karena akan terlampaui hanya dalam waktu 2 tahun.