PULUHAN sepeda motor diparkir rapi di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Minggu pagi, 13 Agustus 2017. Pemiliknya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari TNI, Polri, Komunitas Motor Trail, Ikatan Motor Besar Indonesia, dan Persatuan Gabungan Lintas Masyarakat (Panglima).
Motor-motor tersebut akan dipakai untuk melakukan touring ke Taman Hutan Raya Seulawah. Dipimpin langsung oleh Dandim 0101/BS Letkol Inf. Iwan Rosandriyanto, untuk memeriahkan HUT ke-72 RI pada 17 Agustus mendatang. Selama touring, para peserta akan menanam pohon, menancapkan beberapa bendera di bukit Tahura, dan diakhiri dengan pengibaran bendera Merah Putih raksasa di Bukit Glé Bu Kulah atau Bukit Piramid.
Kegiatan yang dilepaskan oleh Irdam IM Kolonel Inf. Fajar Budiman, sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dimulai dengan melakukan konvoi melalui Jalan T. Umar, Jalan Soekarno-Hatta, kemudian langsung menuju Jalan Medan-Banda Aceh untuk selanjutnya meneruskan ke Tahura. Selama di perjalanan, para rombongan menyempatkan diri singgah di Samahani bersilaturahmi.
“Mulai dilaksanakan tadi pagi, pukul 09.00 pagi, kemudian kita melaksanakan touring dengan sepeda motor dan berjalan menuju ke Samahani bersilaturahmi dengan masyarakat, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bukit Tahura,” ujar Dandim 0101/BS Kolonel (Letkol) Inf. Iwan Rosandriyanto, Minggu, 13 Agustus 2017.
Setelah hampir dua jam sejak meluncur dari Kota Banda Aceh, rombongan tiba di Tahura. Namun sangat disayangkan, suhu di hutan yang udaranya masih segar ini tidak begitu dingin lagi. Mungkin ini efek dari banyaknya penebangan liar di kawasan ini, dan sebagian kecilnya mungkin dapat kita lihat di pinggir Jalan Banda Aceh – Medan kawasan Seulawah.
Fenomena yang ada tersebut menjadi suatu inspirasi dalam memeriahkan HUT RI tahun ini dengan melakukan penanaman 17 pohon sekaligus dengan penancapan 72 bendera di Bukit Tahura.
“Kita di sana melaksanakan reboisasi dan pemasangan bendera 72 lembar. Kenapa 17 buah tanaman? Karena 17 itu merepresentasikan tanggal kemerdekaan dan 72 bendera merah putih itu adalah usia tahun kemerdekaan kita,” jelas Letkol Inf. Iwan Rosandriyanto.
Selesai penanaman pohon serta menjalani istirahat, salat, dan makan. Rombongan kembali bergegas bergerak menuju lokasi selanjutnya atau misi terakhir dari acara ini, yakni pengibaran bendera Merah Putih berukuran sembilan kali enam meter di puncak Bukit Glé Bu Kulah (Bukit Piramid).
Beberapa jalan yang naik, turun, serta berkelok-kelok dengan posisi jurang di kiri dan kanan bahu jalan, mengiringi para rombongan untuk dapat menuju lokasi Bukit Glé Bu Kulah melalui rute Lamteuba. Sehubungan dengan itu, arus ringan dari dua sungai kecil yang airnya masih segar juga harus kita seberangi. Bahkan, medan lapangan menjadi sedikit dengan kondisi tanah yang basah karena hujan pada Sabtu malam sehingga beberapa kendaraan trail sulit membawa beban dua orang.
Tugas kendaraan bermotor sudah selesai hanya sampai di kaki bukit. Lalu, saatnya para rombongan menaiki bukit yang terlihat gersang dan tampak bekas dibakar tersebut.