LHOKSEUMAWE Pekerja pembangunan Jalan Lingkar dilaporkan telah menanam sebuah kurok-rok atau bunker peninggalan pasukan Jepang di Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Bunker…
LHOKSEUMAWE Pekerja pembangunan Jalan Lingkar dilaporkan telah menanam sebuah kurok-rok atau bunker peninggalan pasukan Jepang di Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.
Bunker atau sejenis bangunan pertahanan militer merupakan sebuah jejak sejarah yang mestinya dilestarikan.
Informasi diperoleh portalsatu.com dari warga Ujong Blang, Selasa, 1 November 2016, pekerja proyek Jalan Lingkar menanam bunker itu sekitar dua pekan lalu.
Kurok-rok peninggalan Jepang itu berada dekat pondok rujak milik saya. Datang pekerja proyek menggali tanah di samping kurok-rok itu menggunakan alat berat, lalu ditanam, ujar Baikhul, 60 tahun, warga setempat.
Menurut Baikhul, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lhokseumawe sudah turun ke lokasi itu, kemarin (Senin). Saya dengar dari orang dinas, kurok-rok itu akan diangkat kembali, katanya.
Baikhul menyebut ada tiga bunker peninggalan Jepang di kawasan tersebut. Dua lainnya masih pada posisinya lantaran agak jauh dari pantai atau tidak termasuk dalam lahan yang dijadikan Jalan Lingkar.
Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Lhokseumawe Ishaq Rizal dihubungi portalsatu.com lewat telpon seluler sekitar pukul 13.45 WIB tadi mengatakan, ia bersama pihak Dinas PU dan Bappeda sudah turun ke lokasi bunker itu, kemarin.
Begitu saya dapat info (bunker sudah ditanam oleh pekerja proyek Jalan Lingkar), langsung saya turun ke lokasi, kemarin. Saya akan selamatkan (bunker itu). Kontraktor tidak tahu itu situs sejarah, makanya ditanam. Tapi setelah kami turun kemarin, pihak kontraktor bersedia untuk mengangkat kembali ke atas, sudah ada komitmen mereka, ujarnya.
Menurut dia, ada sekitar lima bunker peninggalan Jepang di sepanjang garis pantai Ujong Blang. Kata dia, hanya satu bunker yang berada di atas lahan Jalan Lingkar. Yang lain masih di posisinya, kata Ishaq Rizal.
Sejauh ini portalsatu.com belum berhasil mengkonfirmasi pihak kontraktor proyek Jalan Lingkar. Sementara Kepala Dinas PU Lhokseumawe Dedi Irfansyah, dua kali dihubungi tidak mengangkat panggilan masuk di telpon selulernya. Sampai pukul 14.30 WIB tadi, Dedi juga belum menanggapi konfirmasi melalui pesan singkat.[](idg)