LHOKSEUMAWE – Puluhan pedagang di Jalan Perniagaan Kota Lhokseumawe melakukan aksi demo menuntut pekerjaan proyek paving block di
kawasan tersebut dihentikan, Senin, 23 November 2015, sekitar pukul 10.30 WIB.
Pantauan portalsatu, para pedagang keluar dari seluruh toko di jalan itu dengan mengusung beberapa poster bertuliskan, “Kami menolak jalur dua
dan paving block”, “Meminta Pak Wali Kota dan dewan perjuangkan aspirasi kami”, “Kami masih makan nasi belum sanggup makan besi”.
Para pedagang menyebutkan, sudah seharusnya pemimpin melihat kondisi masyarakat. Jika paving block dan jalur dua ini terus dilakukan akan berdampak menurunnya pendapatan pedagang, teriak pendemo di depan puluhan aparat dari Polres dan Satpol PP Lhokseumawe yang mengamankan aksi tersebut.
Andri, seorang pedagang dalam orasinya mengatakan pihaknya menuntut DPRK Lhokseumawe bertanggung jawab atas janjinya saat pertemuan di gedung dewan pada 6 November 2015 terkait persoalan Jalan Perniagaan itu.
Saat audiensi kemarin (antara perwakilan pedagang dengan pimpinan dan anggota DPRK), pihak dewan berjanji akan memperjuangkan aspirasi pedagang, namun sampai saat ini belum terealisasi, malah pengerjaannya (paving block) terus dilaksanakan, ujarnya.
Para pedagang terus berdemo menunggu kedatangan pihak dewan untuk meninjau langsung lokasi proyek tersebut.
“Ini jalan umum, bukan halaman rumah orang kaya,” teriak para pedagang lagi.[]